2022, Tahun Keemasan Kejaksaan RI
Oleh Dr. Barita Simanjuntak SH.MH.CfrA

Oleh : Radar Medan | 16 Des 2022, 11:57:36 WIB | 👁 1347 Lihat
Opini
2022, Tahun Keemasan Kejaksaan RI

RADARMEDAN.COM - Tahun 2022 tinggal menghitung hari. Menyongsong 2023, semua orang termasuk kelembagaan menaruh berbagai harapan dan cita-cita tahun mendatang mampu untuk lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sama halnya dengan institusi Kejaksaan, menyongsong Tahun 2023, pastinya menginginkan kinerja positif dalam penegakan hukum lembaga ini.

Lewat tulisan ini, saya menilai Tahun 2022 adalah tahun keemasan bagi Kejaksaan. Pasalnya, sepanjang tahun ini lembaga yang dikomandoi Sanitiar Burhanuddin itu berhasil membawa lembaga ini keluar dari zona nyaman dalam penegakan hukumnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya dalam merealisasikan supremasi hukum di negara yang kita cintai ini.

Zona nyaman penegakan hukum Kejaksaan selama ini identik dengan sisi negatif lembaga itu. Kejaksaan terkesan angker, tertutup dan eksklusif bahkan anti kritik. Personilnya, dengan sebagian pegawai dan jaksa dinilai arogan, tidak profesional, korup hingga bergaya hidup hedonisme.

Kejakaan RI patut berbangga memiliki seorang Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Sosok Sanitiar Burhanuddin dengan kegigihannya bersama Wakil Jaksa Agung Sunarta serta para pembantunya  Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan mendobrak kebuntuan dan kekakuan penegakan hukum Kejaksaan. Dengan tangan dinginnya,  wajah penegakan hukum Kejaksaan kini lebih humanis, profesional dan berhati nurani.

Berbagai terobosan ST Burhanuddin membuahkan hasil. Masyarakat pencari keadilan merasakan betul perubahan penegakan hukum Kejaksaan. Penerapan "Keadilan Restoratif" salah satunya. Keadilan Restoratif membangun kesadaran hukum bagi masyarakat dan memberi efek jera agar masyarakat menghindari diri dari tindak pidana.

Keadilan Restoratif atau Restorative Justice mampu memberikan kesejukan dan terbangunnya solidaritas  ditengah kehidupan masyarakat. Penegakan hukum ini tidak semata-mata membebaskan pelaku tindak pidana, namun lebih menjaga persatuan dan kesatuan, silaturahmi dan kesadaran hukum serta memulihkan korban.

Kemudian, penanganan kasus-kasus mega korupsi. Kejaksaan sangat bernyali menuntaskan kasus-kasus itu dan mampu membawanya hingga ke persidangan. Putusan pengadilan atas perkara korupsi itu beragam yang dominan menghukum para koruptor dengan hukuman penjara maksimal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tidak hanya menghukum para koruptor itu dengan hukuman pidana, Kejaksaan juga bernyali menyita barang bukti tindak pidana korupsi yang merupakan tindak pidana pencucian uang koruptor. Aset itu disita dan dilelang dan dikembalikan ke negara. Kejaksaan membantu negara memulihkan keuangan negara dari tindak pidana korupsi.

Kejaksaan lewat bidang intelijennya juga melakukan kampanye anti korupsi bagi masyarakat, pelajar, hingga aparatur pemerintahan lewat program penyuluhan hukum dan penerangan hukum. Kejaksaan lewat bidang perdata dan tata usaha negara melakukan pendampingan hukum kepada pemerintah, khususnya dalam penyelamatan aset negara.

Rekrutmen pegawai dan jaksa digelar secara terbuka dan bersih dari KKN dengan kerjasama Kemen PAN/RB. Rotasi dan promosi jabatan dilakukan secara berkala berdasarkan kemampuan dan kecakapan sesuai bidang dan kebutuhan. Bagi pegawai dan jaksa fungsional hingga para pejabatnya yang menyimpang, tidak profesional, arogan dan hedon diberi hukuman penurunan pangkat, penundaan kenaikan pangkat, dicopot bahkan dipidana. 

Sepanjang tahun ini, Kejaksaan bertengger pada urutan teratas lembaga negara yang mampu meraih kepercayaan masyarakat berdasarkan hasil survei lembaga-lembaga survey yang kredibel. Hasil survey April 2022 menunjukkan angka 70,2 %, menaik Juni 2022 menjadi 74.2%, menaik lagi pada Agustus 2022 menjadi 75.3% dan Nopember 2022 angka tertinggi menaik tajam di 77.4%.

Pada 4 (empat) periode survey yang dilakukan lembaga survey terpercaya berdasarkan data dan fakta yangg scientific dan metodologis menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap Kejaksaan. Selain itu Kejaksaan Republik Indonesia oleh survey tersebut mendapatkan peringkat pertama sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya.

Tangan dingin Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin berhasil membuktikan dengan penegakan hukum yangg humanis berhati nurani dan dijalankan insan Adhyaksa yang penuh integritas kepercayaan publik terjaga baik. Terobosan yang dilakukan Jaksa Agung Burhanuddin dengan penegakan hukum demikian mampu menaikkan kewibawaan dan marwah Kejaksaan. Saya berharap insan Adhyaksa tidak cepat berpuas diri, malah harus kerja lebih keras. #####

Penulis adalah Ketua Komisi Kejaksaan RI. (RIL/OPINI/FS/PE)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas