Tiga Proyek Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Tol Trans Sumatra akan Beroperasi
Oleh : Radar Medan | 29 Mei 2024, 10:00:51 WIB | 👁 827 Lihat Nasional
Keterangan Gambar : Salah satu tempat istirahat dan pelayanan (TIP) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Foto: Ist
RADARMEDAN.COM - PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) tengah menyelesaikan pembangunan tiga proyek rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP) di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Secara akumulasi, progress pengerjaan tiga TIP ini telah mencapai 90 persen, sehingga dapat segera dioperasikan tahun ini.
Tiga rest area tersebut, yakni TIP Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan, TIP Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, dan TIP Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung.
Direktur Utama HKI Aji Prasetyanti mengatakan, HKI mengerjakan sepuluh titik TIP di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sejak Maret 2023, dimana terdapat lima TIP yang dibangun di sisi A dan lima TIP yang dibangun di sisi B. Per April 2024, progres pengerjaan keseluruhan TIP Tol Pekanbaru-Dumai telah mencapai 90,9 persen.
“Saat ini, HKI tengah menyelesaikan jalur kendaraan dan pekerjaan arsitektur dengan desain yang mengadaptasi nuansa corak atap Selembayung,” ujar Aji Prasetyanti dalam siaran pers yang diterima di Medan, Selasa (28/5/2024).
Ia merincikan, pada Tol Binjai-Pangkalan Brandan, HKI mengerjakan dua TIP yang kini progressnya telah mencapai 97,6 persen. TIP ini diperkirakan rampung pada akhir Mei 2024, yang kini masih menyisakan pekerjaan minor.
Memuat kebudayaan lokal dengan ornamen fasad corak khas Melayu, TIP ini nantinya juga diharapkan menjadi sarana edukasi budaya sekaligus tempat berinteraksi antara pengguna tol dan tenan UMKM di Sumatra Utara.
Sementara di Jalan Tol Bengkulu-Taba Penanjung, progress pengerjaan dua TIP mencapai 83,20 persen, yang menyisakan pekerjaan arsitektur dan landscape dengan target penyelesaian pada bulan Juni 2024.
“TIP Tol Bengkulu-Taba Penanjung ini mengusung arsitektur bernuansa Bumi Raflesia. Dengan memadupadankan motif Tabot dan ornamen bunga Raflesia pada arsitektur, serta motif Lebah Bergayut dalam desain listplank,” kata Aji.
Dari sisi fasilitas, terdapat dua tipe TIP yang dikerjakan oleh HKI. Secara umum, baik TIP tipe A dan tipe B akan memiliki fasilitas penunjang yang sama. Fasilitas tersebut berupa toilet umum dan toilet penyandang disabilitas yang lengkap dengan ramp dan rail difabel, masjid, pujasera, stand UMKM, dan minimarket.
Perbedaan TIP Tipe A dan Tipe B terletak pada ketersediaan lahan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan kapasitas fasilitas parkir.
Pada TIP tipe A akan tersedia lahan untuk SPBU, dengan fasilitas parkir yang memuat 50 kendaraan besar dan 200 kendaraan kecil. Sementara untuk TIP Tipe B, kapasitas fasilitas parkirnya lebih kecil, yakni 25 kendaraan besar dan 200 kendaraan kecil, serta tidak terdapat lahan untuk SPBU.(KBRN)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .