Ribuan Massa Aksi Damai SAVE BABI di DPRD Sumut

Oleh : Radar Medan | 11 Feb 2020, 11:59:26 WIB | 👁 2846 Lihat
Komunitas
Ribuan Massa Aksi Damai SAVE BABI  di DPRD Sumut

Keterangan Gambar : Ribuan massa memenuhi gerakan aksi damai besar-besaran 'Save' Babi Sumatera Utara, pada Senin (10/2/2020). 


RADARMEDAN.COM - Wacana pemusnahan ternak babi oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mendapat perlawanan dari Masyarakat Sumatera Utara yang mengorganisir diri sebagai suku Batak. Mereka kemudian menggelar aksi turun ke jalan, Senin 10 Februari 2020. Ribuan massa tumpah melakukan aksi sembari membawa poster besar dan para peserta memakai ulos Batak. Mereka melakukan aksi di gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan.

Massa aksi bertajuk Gerakan #Savebabi Ini merupakan bentuk penolakan terkait isu pemusnahan babi di Sumatera Utara akibat wabah african swine fever (ASF).

Ribuan massa tersebut tampak memenuhi gerakan aksi damai besar-besaran 'Save' Babi Sumatera Utara, pada Senin (10/2/2020). 

Massa yang sebelumnya berkumpul di Jalan Penang dengan tujuan aksi DPRD dan Kantor Gubernur Sumatera Utara, diketahui bahwa aksi damai dari masyarakat yang mengatasnamakan 'Save' Babi Sumatera Utara ini sebagai bentuk solidaritas antara peternak babi, pengusaha rumah makan khas Batak, penjual pakan maupun penikmat kuliner babi di Sumatera Utara.
Aksi damai dihelat guna memastikan tidak adanya pemusnahan babi seiring dengan mewabahnya virus African Swine Fever (ASF) yang merebak di sejumlah daerah di Sumut, sejak beberapa bulan lalu.

"Save babi, save babi," teriak koordinator aksi, Boasa Simanjuntak bersama para demonstran saat berorasi sambil mengumandangkan lagu 'O Tano Batak'.

Boasa menyebutkan berulang kali bahwa babi merupakan sumber perekonomian mereka. "Kami makan dari babi. Anak kami kuliah dari babi. Save babi, save babi," ujarnya.

Pantauan di lokasi, massa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Utara. Dalam aksi tersebut, mereka juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Pantauan awak media www.radarmedan.com, massa terlihat memenuhi jalan di depan Gedung DPRD Sumut. Akibatnya, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (10/2/2020), ditutup.Kemacetan pun terjadi di Jalan Kapten Maulana Lubis menuju Lapangan Merdeka. Kendaraan yang hendak mengarah ke jalan Imam Bonjol dialihkan lurus ke Jalan Raden Saleh hingga terjadi kemacetan.

Massa yang berdemo membawa spanduk bertuliskan 'Gerakan aksi damai non politik #savebabi. Tolak pemusnahan babi di Sumatera Utara'. Mereka juga menggelar orasi dan bernyanyi.
"Save babi, save babi," ujar orator. Disamping itu tampak petugas kepolisian juga terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi.

Delapan utusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) yang diantaranya tampak Timbul Sinaga, Viktor Silaen, Harun Mustafa, Tuahman, Franc Bernhard, Gusmiadi, Tangkas Manimpan Tobing, dan Sugianto Makmur telah menyambangi para demonstran yang berada di depan Kantor DPRD Sumut.

Berkaitan isu pemusnahan babi, perwakilan anggota dewan tersebut menyampaikan bahwa tidak akan ada pemusnahan babi.
Hal ini juga merupakan sejalan dengan aspirasi save babi.

"Mengenai penanggulangan, kita sudah memanggil dinas terkait, Dinas Peternakan Sumatera Utara, begitu juga Bupati dan Wakil Bupati maupun walikota dari 18 kota/ kabupaten kota yang terserang virus ASF," kata Viktor di depan DPRD Sumut, Senin (10/2/2020).

"Dalam penanggulangan, pemerintah kota akan bekerjasama dengan Kementerian nanti dan daerah, untuk segera melakukan pendataan dan kami sudah ajukan dana ke pusat dalam penanggulangan bencana ini," sambungnya. Agar penyebaran virus ASF bisa ditanggulangi, maka ternak babi jangan berpindah-pindah dari daerah yang satu ke daerah lain.

Selanjutnya Timbul Sinaga mengatakan, bahwa penanggulangan tersebut bisa terjadi bila pemerintah dan masyarakat bersatu dan bersinergi.
"Penanggulangan ini kita harus bersatu, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama. Jadi kami mengapresiasi gerakan save babi, dan kami akan tampung itu demi penanggulangan virus ini," ujarnya.

Aspirasi demonstran save babi yang menyinggung perihal kasus perizinan ternak babi di Binjai, Viktor juga berharap agar pihak yang terkait segera menyelesaikan hal tersebut.

Perihal konsumsi daging babi, Viktor menyampaikan bahwa tidak ada larangan untuk mengonsumsi babi sebab virus tersebut tidak menular kepada manusia.
"Siapapun yang ingin konsumsi, tidak masalah, silahkan," jelasnya.

Kemudian dalam demo tersebut, para perwakilan Anggota Dewan tersebut juga menandatangani permohonan demonstran yang berada di depan gedung Kantor DPRD SUMUT.

Kemudian dengan adanya jawaban dari aspirasi demonstran ini, sebagian peserta demo bergerak pulang ke rumah masing-masing. Mereka juga menyampaikan bahwa mereka tidak jadi ke Kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasinya.

Amatan awak media RADARMEDAN, para demonstran bubar secara perlahan sejak pukul 12.30 WIB. Dalam pengamanan saat demo berlangsung, tampak Kapolrestabes Medan Kompol Isir turut hadir. Kompol Isir menyampaikan bahwa demo berjalan dengan damai dan tenang.
"Semuanya aman, kok. Demonya aman dan tenang," ujar Kombes Isir saat disambangi seusai demo. Para demonstran menyampaikan batal long march ke Kantor Gubernur sebab aspirasi mereka sudah ditanggapi oleh anggota DPRD.(Rio-RM)/PE/RED


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas