Program Padi Emas PT TPL Salurkan Pupuk Mabar 15 Ton ke Desa Parsoburan Barat di Toba
Oleh : Radar Medan | 01 Sep 2025, 18:38:03 WIB | 👁 1031 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Fedrik Susanto, CD/CSR Officer PT. TPL sektor habinsaran saat menyerahkan 15 Ton pupuk Mabar.
RADARMEDAN.COM, TOBA - PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (PT.TPL) Sektor Habinsaran kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pertanian masyarakat. Perusahaan menyerahkan dukungan pupuk Mabar sebanyak 15.000 kilogram kepada para petani di Desa Parsoburan Barat, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba. Dukungan ini menjadi bagian dari implementasi program Padi Emas melalui inisiatif CD/CSR TPL.
Program Padi Emas merupakan upaya pendampingan pertanian padi dengan penerapan sistem tanam jajar legowo. Sistem ini dikenal efektif meningkatkan jumlah rumpun padi per hektar sekaligus memaksimalkan penyerapan sinar matahari, sehingga produktivitas lahan menjadi lebih tinggi. Sebelumnya, pada Juni 2025 lalu, sebanyak 100 orang petani di Desa Parsoburan Barat telah mengikuti sosialisasi dan pelatihan penerapan sistem tanam modern ini.
Dukungan pupuk secara simbolis diterima oleh Kepala Desa Parsoburan Barat, Demas Simangunsong, yang hadir bersama perangkat desa. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada TPL yang dinilainya telah membantu masyarakat.
“Terima kasih kami sampaikan kepada TPL atas dukungan nyata yang diberikan kepada masyarakat Desa Parsoburan Barat. Dukungan ini bukan hanya sekadar pupuk, tetapi juga wujud kepedulian terhadap kesejahteraan petani. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga desa kami semakin maju, dan petani semakin sejahtera,” ungkap Demas.
Sementara itu, Fedrik Susanto, CD/CSR Officer TPL Sektor Habinsaran, Senin (01/09/2025) menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam dunia pertanian, khususnya di wilayah operasional perusahaan.
“Melalui program Padi Emas ini, kami ingin hadir sebagai mitra yang tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga mendampingi petani agar lebih mandiri. Harapan kami, kelompok tani di Parsoburan Barat bisa menjadi local champion yang menginspirasi desa-desa lain melalui keberhasilan panennya,” ujar Fedrik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ini bagian dari langkah jangka panjang TPL agar masyarakat dapat merasakan manfaat yang berkelanjutan. Sesuai dengan slogan perusahaan, Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat, TPL ingin menjadi bagian dari perjalanan kemandirian petani.
Melalui program Padi Emas, TPL berharap pertanian di Desa Parsoburan Barat tidak hanya meningkat dari sisi produktivitas, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi kesejahteraan petani. Dengan langkah kolaboratif ini, TPL menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam memajukan pertanian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(Asa)/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .