Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Pengedar Sabu di Sergai Tertangkap
Oleh : Radar Medan | 26 Jun 2025, 21:08:46 WIB | 👁 1305 Lihat Hukum dan Kriminal
Keterangan Gambar : Petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya 2,62 gram sabu dalam kemasan kecil dan sedang, plastik klip kosong, dua timbangan digital (Ist)
RADARMEDAN.COM, SERDANG BEDAGAI - Empat orang tersangka ditangkap dalam penggerebekan tempat transaksi narkotika jenis sabu yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai di Dusun II, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, Jumat (20/6/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.
Polisi juga menetapkan satu orang lainnya sebagai DPO.
"Penggerebekan ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang sudah sangat resah dengan aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut," kata Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Iwan Hermawan, SH.
Ia menjelaskan, modus penjualan sabu dilakukan di halaman rumah milik seorang warga berinisial D S, yang kini menjadi buron. Pagar rumah dikunci dan digembok, sementara penjual berada di dalamnya. Petugas yang menyamar sebagai pembeli melakukan transaksi senilai Rp 100 ribu untuk memastikan adanya peredaran sabu di lokasi tersebut.
"Saat penjual sedang membungkus sabu, tim langsung masuk dengan melompati pagar. Tersangka sempat panik dan berusaha melarikan diri sambil membuang sabu yang sedang dikemas," jelas Iwan.
Tersangka yang pertama diamankan berinisial CS. Petugas kemudian menangkap dua tersangka lainnya, yakni TCS dan RCS, yang diduga turut membantu aktivitas peredaran sabu tersebut. Ketiganya dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil tes urine.
Satu orang lainnya berinisial IBAG juga turut diamankan di belakang rumah.
"Meski tidak ditemukan barang bukti padanya, hasil tes urinenya juga positif mengandung sabu. Diduga ia baru saja mengonsumsi," ujarnya.
Polisi juga menghadirkan perangkat desa untuk menyaksikan proses penggeledahan.
Dari hasil pemeriksaan di dalam rumah dan sekitar TKP, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya 2,62 gram sabu dalam kemasan kecil dan sedang, plastik klip kosong, dua timbangan digital, satu sekop dari pipet, empat ponsel, dan uang tunai sebesar Rp 2.360.000 yang diduga hasil transaksi sabu.
"Beberapa paketan sabu dan satu timbangan juga ditemukan disembunyikan di dahan pohon di halaman rumah," tambah AKP Iwan.
Kasi Humas Polres Sergai IPTU L. B. Manullang membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
"Benar, empat orang diamankan yakni TCS, CS, RCS dan IBAG. Sementara satu orang lainnya berinisial DS masih dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujarnya di Mapolres Sergai, Kamis (26/6).
IPTU Manullang menegaskan pihaknya terus gencar memberantas peredaran narkoba menjelang peringatan HUT Bhayangkara ke-79.
"Polres Sergai akan terus melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk peredaran narkotika di wilayah hukum kami," pungkasnya.(HM/pe)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .