Partai Demokrat Kuasai Kongres dan Senat AS Bikin Agenda Trump Terancam Tersendat
Di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Demokrat juga diproyeksikan meraih mayoritas

Oleh : Syaiful W Harahap | 04 Nov 2026, 16:37:34 WIB | 👁 36 Lihat
Internasional
Partai Demokrat Kuasai Kongres dan Senat AS Bikin Agenda Trump Terancam Tersendat

Keterangan Gambar : Jika menguasai DPR, Demokrat dapat menghambat Trump serta meningkatkan tekanan dalam pembahasan anggaran negara. (Foto: dw.com/id - J. Scott Applewhite/AP Photo/dpa/picture alliance)


RADARMEDAN.COM – Partai Demokrat AS merebut mayoritas Senat dengan lebih dari 51 kursi, dan mengakhiri dominasi Partai Republik di Kongres. Hasil ini dipahami sebagai anjloknya dukungan bagi Trump di kantung-kantung suara konservatif. Richard Connor dan Karl Sexton  melaporkannya untuk Deutsche Welle (DW, 4/11/2026).

Di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Demokrat juga diproyeksikan meraih mayoritas. Sejumlah media Amerika, termasuk CNN, memperkirakan partai tersebut akan menguasai kamar legislatif itu meski penghitungan suara masih berlangsung ketika laporan ini diturunkan.

Pemilu paruh waktu dianggap sebagai ujian penting opini publik bagi Trump, hampir dua tahun setelah ia kembali ke Gedung Putih. Seluruh 435 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan 35 dari 100 kursi Senat diperebutkan dalam pemilihan ini. Sebelumnya, Partai Republik mengendalikan kedua kamar tersebut.

Trump mengatakan dirinya siap menerima hasil pemilu. Dalam wawancara dengan The New York Times, ia juga menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Partai Demokrat.

"Kami akan bekerja sama dengan Demokrat dan menantikan kerja sama tersebut," kata Trump.

Menang di Basis Tradisional Republik

Keberhasilan Demokrat merebut mayoritas Senat ditopang kemenangan di sejumlah negara bagian yang selama ini dikenal sebagai basis Partai Republik.

Di North Carolina, mantan Gubernur Roy Cooper berhasil memenangkan kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Republik. Sementara di South Carolina, dokter anak Annie Andrews menjadi kandidat Demokrat pertama dalam lebih dari 20 tahun yang berhasil merebut kursi Senat.

Kemenangan penting lainnya terjadi di Texas. Politikus Demokrat berusia 37 tahun, James Talarico, mengalahkan kandidat Republik, Ken Paxton.

Hasil tersebut tergolong bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Texas kembali memiliki senator dari Partai Demokrat. Paxton sebelumnya mendapat dukungan langsung dari Trump, sementara miliarder teknologi Elon Musk mengucurkan lebih dari 150 juta dolar AS untuk mendukung kampanyenya.

Demokrat juga mencetak kemenangan bersejarah di Kansas. Untuk pertama kalinya sejak 94 tahun terakhir, partai itu berhasil memenangkan kursi Senat di negara bagian tersebut setelah Adam Hamilton mengungguli Roger Marshall.

Partai Republik juga kehilangan sejumlah kursi lain, termasuk di Ohio.

Di DPR AS, Demokrat juga mencatat tambahan kursi dari sedikitnya 12 daerah pemilihan yang sebelumnya dikuasai Republik. Pergeseran terjadi antara lain di Pennsylvania, North Carolina, New Jersey, dan Kentucky.

Agenda Trump Terancam Tersendat

Mayoritas Demokrat di Kongres berpotensi menyulitkan pemerintahan Trump dalam menjalankan agenda politiknya.

Jika menguasai DPR, Demokrat dapat menghambat berbagai rancangan undang-undang yang diajukan Gedung Putih serta meningkatkan tekanan dalam pembahasan anggaran negara.

Selain itu, mereka juga bisa membuka berbagai penyelidikan terhadap Trump dan pemerintahannya. Sejumlah isu yang kemungkinan menjadi sasaran antara lain bisnis keluarga Trump, kebijakan penegakan imigrasi, hingga proyek-proyek pembangunan yang menuai kontroversi.

Tokoh Demokrat Hakeem Jeffries bahkan berpeluang mencetak sejarah sebagai ketua DPR AS pertama yang berasal dari komunitas kulit hitam.

Di sisi lain, peluang munculnya kembali upaya pemakzulan terhadap Trump juga terbuka. Namun, proses pemakzulan tetap membutuhkan dukungan dua pertiga anggota Senat agar dapat berujung pada pemberhentian presiden dari jabatannya.

Ekonomi Jadi Faktor Penentu

Pemilu kali ini juga menjadi arena penilaian publik terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Trump.

Berdasarkan jajak pendapat terhadap sekitar 100.000 pemilih, sebanyak 62 persen responden menyalahkan Trump atas kenaikan harga kebutuhan hidup. Sebanyak 37 persen mengaku tidak puas dengan kondisi negara, sementara 38 persen menyatakan kemarahan terhadap situasi saat ini.

Bagi 39 persen pemilih, persoalan ekonomi menjadi isu paling penting dalam menentukan pilihan.

Kenaikan tajam harga bahan bakar akibat konflik dengan Iran menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi persepsi publik. Di sejumlah wilayah AS, harga bensin dilaporkan melonjak lebih dari 70 persen.

Survei yang sama menunjukkan hampir dua pertiga responden menilai kebijakan tarif impor Trump justru merugikan perekonomian. Dalam urusan ekonomi, Demokrat memperoleh tingkat kepercayaan 43 persen, lebih tinggi dibanding Republik yang meraih 38 persen.

Sepanjang kampanye, Trump terlibat aktif mendukung kandidat-kandidat Republik. Ia bahkan beberapa kali meminta para pendukung membayangkan seolah dirinya ikut maju dalam pemilu tersebut.

Georgia Cetak Sejarah

Pemilihan gubernur juga menghadirkan sejumlah hasil yang mencuri perhatian.

Di Georgia, kandidat Demokrat Keisha Lance Bottoms mengalahkan Rick Jackson dari Partai Republik. Mantan wali kota Atlanta itu menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur Georgia.

Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian Demokrat yang sejak 1998 belum pernah memenangkan pemilihan gubernur di negara bagian tersebut.

Bottoms menang meski lawannya menggelontorkan lebih dari 200 juta dolar AS dari dana pribadi untuk kampanye. Dalam kampanyenya, ia menjanjikan kenaikan upah minimum dan perluasan program asuransi kesehatan Medicaid.

Sementara itu, Partai Republik mempertahankan dominasinya di Florida. Kandidat yang didukung Trump, Byron Donalds, memenangkan pemilihan gubernur dan menjadi gubernur kulit hitam pertama di negara bagian tersebut.

Diwarnai Gangguan Teknis

Pelaksanaan pemilu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah negara bagian melaporkan gangguan pada mesin pemungutan suara.

Di Westchester County, New York, masalah teknis menyebabkan banyak surat suara tidak dapat dipindai. Otoritas setempat memperkirakan hingga 250.000 surat suara terdampak.

Kontroversi juga muncul setelah Departemen Kehakiman AS mengerahkan sekitar 1.000 pengamat pemilu ke seluruh negara bagian. Partai Demokrat menilai langkah itu berpotensi menimbulkan intimidasi terhadap pemilih.

Namun pemerintah AS membantah tuduhan tersebut dan menyebut pengerahan pengamat itu sebagai operasi pengawasan pemilu terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Hasil pemilu paruh waktu ini menandai perubahan penting dalam peta politik Amerika Serikat. Selain menggeser keseimbangan kekuasaan di Kongres, kemenangan Demokrat juga berpotensi membatasi ruang gerak Presiden Donald Trump dalam menjalankan agenda pemerintahannya hingga akhir masa jabatan. (Sumber: AP, AFR; Reuters, DPA)/(Artikel ini pertama kali terbut dalam bahasa Inggris/Diadaptasi oleh Yuniman Farid/Editor: Vidi Legowo-Zipperer)/dw.com/id. [*]


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas