Konferensi Internasional Redea Institute Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital

Oleh : Radar Medan | 02 Okt 2025, 16:30:32 WIB | 👁 1049 Lihat
Nasional
Konferensi Internasional Redea Institute Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital

Keterangan Gambar : Redea Institute (dulu HighScope Indonesia Institute) dengan membawa visi pendidikan yang lebih luas menjaga komitmen terhadap kualitas pendidikan yang telah dikenal selama 29 tahun.


RADARMEDAN.COM, JAKARTA 2 OKTOBER 2025 - Redea Institute (dulu HighScope Indonesia Institute) dengan membawa visi pendidikan yang lebih luas menjaga komitmen terhadap kualitas pendidikan.

Redea Institute meyakini bahwa salah satu komponen penting keberhasilan siswa adalah kualitas guru. Oleh karena itu, Redea Institute terus mengembangkan program untuk pengembangan profesional guru, administrator, dan staf, dan terus meningkatkan pengajaran dan pembelajaran dengan tujuan akhir keberhasilan siswa.

Redea Institute dengan bangga akan menyelenggarakan Konferensi Tahunan ke-15, sebagai bukti komitmen teguh kami untuk membina pertumbuhan profesional dan kolaborasi di antara para pendidik.

Dalam upaya menjawab tantangan global yang semakin kompleks, tema yang dipilih tahun ini adalah “Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital”.

Acara ini terdiri dari rangkaian seminar dan lokakarya untuk guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan lainnya.

Konferensi ini berfungsi sebagai wadah bagi para pendidik di Indonesia dan seluruh dunia, dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan Sekolah Menengah Atas untuk bertukar ide dan terlibat dalam pembelajaran berkelanjutan.

Dengan tema tahun ini, Redea Institute bertujuan untuk menyoroti peran Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) di ruang kelas, kesetaraan digital, pembelajaran berbasis data, model pembelajaran hibrida dan personal, suara siswa, kepemimpinan yang etis, dan kesejahteraan dalam konteks digital.

Menggagas Ulang Pendidikan di Era Digital Inti dari Konferensi Internasional Redea 2025 terletak pada keyakinan bahwa transformasi pendidikan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas disiplin, lintas generasi, dan lintas batas geografis.

Tahun ini, konferensi menghadirkan pembicara utama Dr. John T. Almarode, penulis buku Teacher Clarity: 4 Necessary Components for High-Impact Student Learning, Clarity for Learning, dan How Learning Works: A Playbook.

Turut hadir juga para ahli pendidikan terkemuka lainnya, seperti
Kenneth Shelton - pakar Teknologi Pendidikan dan Apple Distinguished Educator, serta Bryan Goodwin - penulis buku pendidikan sekaligus CEO McREL International.

Wawasan dan pengalaman para pembicara ini diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk memikirkan kembali tidak hanya apa yang diajarkan, tetapi juga bagaimana, mengapa, dan kepada siapa kita mengajar di era digital saat ini.

“Sebagai lembaga yang berfokus pada riset dan pengembangan untuk kemajuan kami memegang teguh satu komitmen: untuk selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Dalam mewujudkan
misi tersebut, kami terus berkolaborasi dengan para pakar pendidikan ternama bertaraf internasional," ujar Antarina S.F Amir, pendiri dan CEO Redea Institute dalam pidato pembukaan konferensi.

“Semoga acara ini menginspirasi kita semua para pendidik, untuk terus melakukan yang terbaik untuk belajar, mengajar, dan berinovasi dengan kebijaksanaan, integritas, dan ketulusan hati," tambahnya.

Sedangkan Dr. John Almarode menyampaikan harapannya sebagai pendidik.

"Kita harus mengakui bahwa para siswa dan rekan kerja kita kini menghadapi lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan dengan
yang pernah kita alami,” ujar Almarode menanggapi perkembangan pesat kecerdasan buatan.

“Sebagus apapun teknologi generative AI berkembang, itu hanyalah alat bantu  bukan jawaban. Dari pandemi Covid-19, kita belajar satu hal penting: peran guru tidak dapat digantikan. Teknologimungkin berubah, tetapi guru yang hebat akan selalu bertahan," tambahnya.

Konferensi Internasional ini juga menampilkan Learning Heroes, yang merupakan sesi berbagi oleh para guru sekolah-sekolah jaringan Redea Institute.

Guru-guru terpilih dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA menjadi pembicara sesi masing-masing, berbagi pengalaman dalam strategi mengajar dan wawasan mereka kepada sesama pendidik.

Sebagai lembaga pendidikan yang terus beradaptasi dengan dunia yang terus berkembang, Redea Institute secara konsisten meningkatkan kompetensi para guru sehingga mereka dapat menyediakan pengalaman belajar yang bermakna dan terkini untuk semua pembelajar yang akan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Mempersiapkan pendidik menghadapi berbagai tantangan baru dan terus menginspirasi generasi siswa. (R/DD/hm)

 


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas