Oleh : Radar Medan | 09 Feb 2024, 11:20:50 WIB | 👁 778 Lihat Nasional
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan imbauan kepada khatib Jumat untuk menyampaikan pesan Pemilu damai. Imbauan disampaikan melalui Surat Dirjen Bimas Islam Kemenag kepada Kanwil Kemenag Provinsi, dan Kepala Badan Kesejahteraan Masjid Kabupaten/Kota.
"Kuatkan persaudaraan, kerukunan, serta mendorong umat untuk menggunakan hak suara secara bertanggung jawab. Hargai perbedaan politik," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Jumat (9/2/2024).
Surat imbauan tersebut juga disampaikan kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan dan Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kecamatan. Para Ketua BKM kelurahan/desa, dan Ketua Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) pun diberi surat imbauan yang sama.
"Pengurus BKM dari pusat hingga desa juga diimbau agar masjid tidak digunakan sebagai tempat kampanye politik praktis. (Tidak boleh, red) mendukung partai atau paslon tertentu," ujar Yaqut.
Para pengurus, pengelola masjid, serta penceramah diminta untuk memedomani dan menyosialisasikan imbauan tersebut. Imbauan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE.09/2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan.
SE tersebut menekankan tentang materi ceramah agama dalam khotbah Jumat, haruslah bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif. Selain itu, khotbah juga harus berisi ajakan agar masyarakat meningkatkan keimanan, ketakwaaan, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Khotbah Jumat juga tidak boleh mempertetantangkan RAS, menghina, melecehkan, tidak menghasut, dan serta tidak bermuatan kampanye politik praktis. "Juga tokoh berbagai agama, saya imbau menyampaikan pesan yang sama kepada umat masing-masing, dalam setiap peribadatan dan perjumpaan," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Gus Men ini mengatakan, Pemilu adalah pesta demokrasi yang diselenggarakan lima tahun sekali. Layaknya sebuah pesta, Pemilu diharapkan bisa dijalankan dengan penuh riang gembira.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan suatu kewajaran, yang harus disikapi dengan saling menghargai satu sama lain. Karena menurutnya, akan sangat merugi jika masalah perbedaan berujung pada rusaknya persaudaraan.
"Beda pilihan politik tidak harus sampai menciderai persaudaraan dan persahabatan," katanya. "Rumah ibadah kami harap mengambil peran dalam penguatan kohesi dan kerukunan di tengah keragaman umat termasuk pilihan politik".
Gus Men berharap, hiruk pikuk Pemilu segera kembali normal, setelah masyarakat menggunakan hak suaranya. Semua kembali pada kehidupan masing-masing, bekerja sesuai tugasnya, sambil memantau proses penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Kami yakin KPU akan bekerja secara professional dan bertanggung jawab. Bawaslu sebagai lembaga pengawas juga akan melaksanakan tugasnya dengan baik," ujar Gus Men.(RRI)/HM/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .