Tekan Harga Bawang Merah Jelang Nataru, Pemkab Toba Kucurkan 2,2 Ton Benih ke Petani
Oleh : Radar Medan | 03 Nov 2026, 16:03:04 WIB | 👁 107 Lihat Ekonomi
Keterangan Gambar : Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 itu berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Selasa (3/11/2026).
RADARMEDAN.COM,TOBA-Pemerintah Kabupaten Toba menyalurkan bantuan sebanyak 2,2 ton benih bawang merah kepada 14 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di tujuh kecamatan. Bantuan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi komoditas pangan sekaligus mengendalikan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Toba Tahun Anggaran 2026 itu berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Selasa (3/11/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, mengatakan bantuan benih diberikan berdasarkan luas lahan yang diajukan masing-masing kelompok tani melalui proposal, dengan alokasi sekitar 150 hingga 200 kilogram per kelompok.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara maksimal dengan segera melakukan penanaman sehingga dapat meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Toba. Selain memenuhi kebutuhan pasar, program ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya penangkar benih bawang merah lokal.
“Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan kita. Harapan kami, bantuan ini benar-benar ditanam dan dimanfaatkan sehingga ke depan kebutuhan benih dapat dipenuhi dari petani lokal,” ujar Lena.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Toba, Samuel Lumbanraja, menjelaskan bahwa penyaluran benih bawang merah tersebut merupakan bagian dari rencana aksi pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas pangan yang turut memberikan kontribusi terhadap inflasi di Kabupaten Toba. Karena itu, peningkatan produksi lokal dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga di pasaran.
Samuel juga mengimbau kelompok tani penerima bantuan agar segera melakukan penanaman sehingga hasil panen nantinya dapat memenuhi kebutuhan pasar, terutama menjelang hari besar keagamaan, termasuk Lebaran.
Selain dukungan benih, Pemkab Toba melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga membuka peluang bantuan pemasaran bagi petani yang mengalami kesulitan menjual hasil panennya.
Upaya tersebut dilakukan melalui program klaster kemitraan dengan mencarikan offtaker atau pihak penyerap hasil panen. Pemerintah daerah juga siap memfasilitasi angkutan untuk membawa hasil produksi petani menuju lokasi penampungan.
Adapun 14 kelompok tani penerima bantuan berasal dari Kecamatan Balige, Parmaksian, Porsea, Sigumpar, Tampahan, Silaen, dan Laguboti.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba, Pintor Napitupulu.(Asa)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .