Heboh Flying Garden Pilkada Medan, Ahli Tata Ruang: Itu RTG, Harusnya Sudah Diterapkan
Oleh : Radar Medan | 25 Nov 2020, 10:40:35 WIB | 👁 1470 Lihat Politik
RADARMEDAN.COM, Medan - Istilah flying garden dan sky garden sontak populer pascadebat putaran II Pilkada Kota Medan, Sabtu (21/11/2020) malam. Cukup banyak media menyajikan tersendiri materi ini.
Kedua istilah itu dilontarkan Paslon Nomor Urut 1, Akhyar-Salman, menjawab pertanyaan soal pengentasan masalah banjir. Istilah ini menuai tendensi kalangan media, lantaran asing di telinga dan pengertiannya secara harafiah, jika di-Indonesia-kan, menjadi aneh: taman terbang dan taman langit.
Sejatinya, kedua istilah itu dimaksudkan untuk satu objek yang sama, yakni taman di atap gedung. Lektor Senior Universitas Sumatera Utara (USU), Achmad Delianur Nasution, menjelaskan istilah baku yang digunakan untuk objek tersebut adalah roof top garden (RTG). Istilah ini dikutip dari Bahasa Ingrris yang terjemahannya adalah taman di atap gedung.
Istilah RTG menurutnya bahkan digunakan dalam Dokumen Rancangan Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) Medan. Akadamisi dengan spesifikasi keahlian penataan ruang terbuka publik ini mengatakan dirinya ikut menyusun RTRWK Medan pada 2006 lalu. Produk hukum ini kemudian disahkan menjadi peraturan daerah (perda) pada 2011.
"Roof top garden (RTG) atau taman di atap gedung adalah salah sub bab di Dokumen RTRWK Medan yang saya masukkan tahun 2006 dan kemudian diperdakan tahun 2011. Jadi, RTG memang sudah menjadi mandat bagi Wali Kota Medan untuk dilaksanakan. Bukan tahap wacana lagi," tegasnya ketika dimintai pendapat, Selasa (24/11/2020).
Di pihak lain, dalam debat putaran II, Paslon Pilkada Medan No Urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi mengatakan akan membuat aturan agar pemilik gedung bertingkat di Medan membuat taman di atas atap gedungnya. Ini yang oleh Akhyar disebut flying garden, sementara Salman menyebutnya sky garden. Artinya, bagi keduanya ini masih merupakan wacana, jika memenangi Pilkada Medan 2020.
Hal ini disanggah oleh Achmad Delianur Nasution. Pria yang akrab disapa Aan ini pun menegaskan, "Walikota seharusnya sudah memberikan laporan bahwa tahun 2020 ini sekian persen atap ruko di Medan sudah "hijau". Jadi, bukan level diwacanakan lagi!"
Diketahui, Akhyar merupakan calon petahana dalam Pilkada Medan kali ini. Sebab, dia merupakan wakil walikota terpilih dalam pilkada lima tahun lalu. Bahkan mendapat kesempatan menjadi Plt Walikota Medan.
Sementara, Salman sempat dua periode menjadi Anggota DPRD Medan, sebelum menjabat Wakil Ketu DPRD Sumut hasil Pemilu 2019.
Melihat latarbelakang itu, Akhyar dan Salman seyogianya sudah tahu ada perda yang sudah mengharuskan diterapkannya konsep RTG di Medan. Nyatanya?
Hal lainnya, Akhyar melontarkan konsep "flying garden" untuk menjawab persoalan banjir di Medan. Ini sempat dikritik Calon Walikota Medan No Urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution.
Alumni Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengatakan konsep RTG bukanlah dirancang untuk pengendali banjir. Konsep itu sudah lama diterapkan di kota-kota besar untuk pengendali kualitas udara atau mengurangi pencemaran udara.
Bagaimana pendapat Aan? Akademisi ini kembali menegaskan konsep itu harusnya sudah berjalan di Medan.
"RTG paling sederhana bisa berupa tanaman dalam pot. Jika struktur bangunan sudah dipersiapkan sejak awal, bisa menggunakan tanah selayaknya halaman normal," ujarnya.
Dalam kondisi ini, lanjut dia, tanah dan rumput dapat menghambat curah hujan, agar tidak langsung jatuh mengalir ke parit dan sungai.
"Konsepnya lebih kepada konservasi air. Bisa saja dikaitkan dgn penanggulangan banjir, tetapi tidak signifikan," ungkapnya.
Menutup penjelasannya, Aan membeber penanganan banjir meliputi faktor-faktor yang lebih luas. (MC/SP)PE
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .