Harga Cabai Tinggi, Mangapul Purba Sebut Petani Diuntungkan
Oleh : Radar Medan | 16 Jun 2022, 14:34:08 WIB | 👁 3351 Lihat Politik
RADARMEDAN.COM, Jakarta - Tingginya harga cabai saat ini menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba sangat menguntungkan para petani cabai, sebaiknya pemerintah tidak terlalu merisaukan hal tersebut, tetapi pemerintah sebaiknya merisaukan harga pupuk yang mahal
Demikian pernyataan itu disampaikan disela-sela kegiatan Bimtek DPRD Fraksi PDI Perjuangan seluruh Indonesia di Jakarta pada Rabu (15/6/2022)
"Saat harga pupuk mahal dan langka, reaksi pemerintah tidak terlalu tinggi tetapi harga cabai tinggi kok pemerintah sangat risau, bukankah itu menguntungkan petani yang bagi kami mereka itu adalah kaum Marhein," ujar Mangapul Purba.
Mangapul Purba yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu menyatakan bahwa sebaiknya pemerintah berkonsentrasi menanggulangi persoalan pupuk mahal dan langka yang belum terselesaikan hingga saat ini,
"Dampak pupuk mahal dan langka menghantam semua petani sehingga tingkat produktivitas panennya menjadi rendah dan pasti berdampak pada naiknya harga jual," lanjut Mangapul yang terpilih menjadi Anggota DPRD Sumut melalui Dapil Siantar-Simalungun
Selain itu Mangapul menyampaikan bahwa biarkanlah kaum Marhaen yang punya tanah dan alat pertanian menikmati hasil taninya,
"Kita tidak boleh perlakuan belah bambu, satu dipijak satu diangkat, harga komoditi pertanian mahal jajaran Perindag langsung kasak kusuk, saat harga pupuk mahal dan langka, Distan, Perindag, BUMN diam tak ada solusi," sebut Mangapul
Petani selalu diam dalam perjuangan mempertahankan hidupnya karena sesungguhnya PETANI adalah "Penyangga Tatanan Negara"
"Kita juga harus lindungi dan pemerintah harus hadir, coba lihat alokasi anggaran negara untuk Petani, masih relatif kecil jadi biarkan mereka menikmati sedikit keuntungan di tengah tantangan hama, cuaca dan kelanggkaan pupuk karena ketidak-perdulian pemerintah," tambah Mangapul
Mangapul juga menyampaikan bahwa tingginya harga jual hasil pertanian karena salah satunya ketersediaan pupuk yang sedikit dengan harga yang mahal,
"Pemerintah harus fokus mencarikan solusi dari berbagai persoalan pupuk langka dan mahal ini sehingga akan berdampak pada produktivitas panen yang berkonsekwensi pada nilai harga jual yang lebih terjangkau oleh masyarakat," ungkap Mangapul
Terakhir Mangapul menegaskan bahwa harga cabai mahal menguntungkan petani, bila ingin harga-harga hasil panen petani terjangkau maka dimulai dengan menyediakan pupuk yang mudah didapat dengan harga yang juga terjangkau. (ril/AJ)/Hanson Munthe/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .