Gubernur Sumut Bobby Nasution Sebut Pemerintah Akan Bangun 1006 Unit Bagi Korban Bencana Prioritaskan Hunian bagi Korban yang Rumahnya Kategori Hilang
Oleh : Radar Medan | 20 Des 2025, 12:24:42 WIB | 👁 538 Lihat Unik
Keterangan Gambar : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution bersama Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, serta jajaran OPD beserta pihak Kepolisian, meninjau lokasi yang terdampak bencana banjir bandang di desa Garoga, kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (19/12/2025)
RADARMEDAN.COM, TAPANULI SELATAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pemerintah segera membangun 1.006 unit rumah bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumut. Pembangunan tersebut akan dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Program pembangunan rumah ini dibagi ke dalam tiga kategori, yakni rumah rusak ringan, rusak berat, dan rumah hilang. Pemerintah akan memprioritaskan pembangunan hunian bagi korban bencana yang rumahnya masuk kategori hilang.
“Kita sudah mengkategorikan rumah rusak berat, ringan, ada yang rumahnya hilang. Hilang itu rumahnya sudah menjadi aliran sungai, ini contoh seperti ini yang kita prioritaskan mendapat hunian tetap di tahap awal,” kata Bobby Nasution usai meninjau pembangunan Jembatan Aek Garoga dan Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (19/12/2025).
Bobby Nasution menyampaikan, pada tahap awal pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana ditargetkan selesai pada awal tahun depan. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan untuk rumah dengan kategori rusak berat dan rusak ringan.
“Lahannya akan kita cek di tiap kabupaten dan akan segera kita mulai pembangunan agar masyarakat yang mengungsi, di awal-awal tahun depan rumahnya selesai, jadi bisa pindah ke rumah hunian tetap tersebut,” kata Bobby Nasution.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah bagi korban bencana banjir dan longsor. Lokasi yang disiapkan berada di Desa Hapesong dengan luas lahan sekitar 5 hektare. Di lokasi tersebut direncanakan akan dibangun sebanyak 227 unit rumah bagi korban banjir dan longsor di Tapanuli Selatan.
“Kita mengajukan 227 rumah dan akan dibangun di Desa Hapesong, lahan PTPN seluas 5Ha, kita harap ini bisa membantu meringankan beban masyarakat kita yang terdampak bencana,” kata Gus Irawan usai mendampingi Bobby Nasution meninjau Desa Garoga.
Sebelumnya, Bobby Nasution juga telah meninjau lokasi rencana pembangunan rumah bagi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah. Salah satu lokasi yang akan dijadikan hunian bagi korban banjir adalah lahan Asrama Haji di Kecamatan Pinangsori, Tapanuli Tengah. Selanjutnya, Bobby Nasution juga dijadwalkan meninjau lokasi pembangunan hunian korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara.(r/PE)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .