Dua Pengedar Narkoba Diciduk Tim Sat Narkoba Polres Taput
Oleh : Radar Medan | 21 Feb 2026, 11:32:17 WIB | 👁 851 Lihat Hukum dan Kriminal
Keterangan Gambar : Dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu dan ganja berhasil diamankan dalam operasi pada Rabu (18/2/2026).
RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Narkoba Polres Tapanuli Utara kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dua pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu dan ganja berhasil diamankan dalam operasi pada Rabu (18/2/2026).
Kedua tersangka masing-masing berinisial ITS (31), warga Lumban Tonga-Tonga, Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siatas Barita, serta AMH (22), warga Desa Sosunggulon, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.
Penangkapan pertama dilakukan terhadap ITS di Terminal Madya Tarutung sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam penindakan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti, antara lain 25 paket ganja yang dibungkus kertas nasi warna cokelat, satu karung goni berisi ganja, satu plastik bening berisi ganja, satu linting ganja, satu plastik bening berisi sabu, satu plastik kresek warna biru, serta satu unit telepon genggam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ITS mengaku memperoleh narkotika tersebut dari rekannya berinisial AMH.
Menindaklanjuti keterangan itu, tim opsnal melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan AMH pada malam hari sekitar pukul 23.30 WIB di wilayah Kecamatan Siatas Barita.
Dari tangan AMH, petugas menyita satu plastik klip bening berisi sabu, satu bungkus kertas nasi berisi ganja, serta satu unit telepon genggam merek Redmi warna abu-abu yang diduga digunakan dalam aktivitas komunikasi transaksi.
Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu W. Baringbing, Jumat (20/2/2026), membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam upaya penegakan hukum. Kami mengimbau warga untuk segera melapor apabila mengetahui dugaan aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolres Tapanuli Utara guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain serta menelusuri sumber perolehan barang bukti tersebut.
Atas dugaan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal hingga 20 tahun.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta melindungi generasi muda di Kabupaten Tapanuli Utara dari dampak penyalahgunaan narkoba.
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .