Dua Pengedar Ganja Terpaksa Ditembak Kakinya Melawan Petugas
Oleh : Radar Medan | 19 Mar 2019, 16:18:34 WIB | 👁 1640 Lihat Hukum dan Kriminal
RADARMEDAN.COM - Tim Pegasus Polsek Medan Baru menembak dua pengedar 15 kg ganja di Jalan Slamat Ketaren Ujung, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (19/3/2019). Adapun identitas keduanya yakni Bambang Prihandono (39) warga Jalan Pasar 10, Gang Abadi, Percut Seituan dan Rudianto (45) warga Jalan Alridho, Gang Buntu, Desa Bandar Kalippa.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah mengatakan, awalnya personil reskrim mendapat informasi tentang adanya penjualan ganja seberat 70 kg di Jalan Selamat Ketaren. Dari laporan yang diterima Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Philip A Purba, bersama anggota langsung melakukan penyelidikan. Tidak hanya itu, petugas juga melakukan penyamaran sebagai pembeli.
“Saat transaksi jual beli ganja, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Bambang,” ujarnya.
Masih dikatakan Martuasah, tidak sampai disitu, terhadap tersangka Bambang dilakukan interogasi. “Jadi setelah kami lakukan interogasi, ia mengaku kalau barang bukti disimpan oleh rekannya bernama Rudianto. Kami kembali melakukan pengembangan untuk mencari barang buktinya,” jelasnya.
Personil Polsek Medan Baru dengan cepat melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus tersangka Rudianto. Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya petugas menemukan barang bukti ganja sebarat 15 kg. “Ketika hendak dibawa ke Polsek Medan Baru, kedua tersangka melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas dengan ditembak pada bagian kaki,” kata mantan Kapolsek Medan Kota tersebut.
Martuasah mengatakan, untuk kedua tersangka dalam pengakuannya, nekat menjalankan bisnis haram ini dikarenakan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 200 ribu.
”Kini keduanya telah ditahan di Polsek Medan Baru setelah menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Sumut karena kedua kaki ditembak. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka terancam hukuman di atas 10 tahun penjara,” pungkasnya. (Tribratanews/DYK)
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .