Dinas PPPA-KB Sumut Diminta Kolaborasi dengan Pemkab/Pemko dalam Program Mendidik Anak
Oleh : Radar Medan | 12 Agu 2025, 20:21:47 WIB | 👁 482 Lihat Pendidikan
Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Togap Simangunsong saat berkunjung ke Kantor Dinas PPPA-KB Sumut Jalan Iskandar Muda Medan, Selasa (12/8/2025).
RADARMEDAN.COM - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB) Sumatera Utara (Sumut) diminta berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan program-program prioritasnya. Terutama dalam program mendidik anak.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Togap Simangunsong saat berkunjung ke Kantor Dinas PPPA-KB Sumut Jalan Iskandar Muda Medan, Selasa (12/8/2025).
"Keluarga adalah pilar utama mendidik anak dan ini harus diterapkan oleh seluruh kabupaten/kota di Sumut," ujar Togap Simangunsong.
Togap juga mengapresiasi Dinas PPPA-KB Sumut yang dapat melaksanakan program-program kerjanya, walau dengan keterbatasan anggaran. Togap meminta terus berinovasi dan bekerja lebih baik lagi.
"Saya berterima kasih dan apresiasi seluruh ASN Dinas PPPA-KB yang telah melaksanakan seluruh program meski anggaran terbatas. Saya minta terus berinovasi dan tetap semangat dalam melaksanakan semua program kerja," ucap Togap.
Togap juga berpesan kepada seluruh ASN PPPA-KB agar dapat mengoptimalkan seluruh pekerjaan, dengan berupaya mengikuti perkembangan zaman terutama teknologi. Juga tetap bersinergi, jaga kekompakan dan dapat bekerja sama.
"Jangan merasa lebih hebat dari orang lain dalam segala hal, karena kita adalah makhluk sosial yang tentunya membutuhkan orang lain. Maka dari itu perlu dipupuk kerja sama, apalagi dalam bekerja," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA-KB Sumut Dwi Indah Purwanti mengatakan, pihaknya terus berupaya melaksanakan seluruh program dan target capaian sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Meskipun masih ada beberapa pekerjaan rumah yang belum siap untuk diselesaikan.
"Sampai akhir 2024 masih banyak kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi yakni sebanyak 837 kasus, dan ini angka yang terdata oleh kita.
Dipastikan masih banyak lagi anak mengalami kekerasan yang belum kita ketahui, dan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi dinas untuk melakukan perlindungan dan pemenuhan hak anak ini," katanya.
Menurut Indah, program prioritas Dinas PPPA-KB Sumut yakni fokus pada pemberdayaan perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup dan peran mereka dalam masyarakat melalui berbagai program dan pendampingan.
Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan dukungan, pelatihan, dan akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan agar mereka dapat mandiri dan berkontribusi lebih optimal.(hm/PE)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .