Di Tangan Rico Waas Eksekusi Nyata, Penantian 1.800 KK Kelurahan Cinta Damai Terjawab
Drainase 670 Meter Dibangun

Oleh : Radar Medan | 29 Sep 2026, 17:41:14 WIB | 👁 285 Lihat
Berita Kota
Di Tangan Rico Waas Eksekusi Nyata, Penantian 1.800 KK Kelurahan Cinta Damai Terjawab

Keterangan Gambar : Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pengerjaan drainase tersebut di jalan Pasar 1, Kelurahan Cinta Damai yang berbatasan dengan tembok Komplek Bumi Asri, Selasa (29/9/26).


RADARMEDAN.COM - "Sudah beberapa kali ganti wali kota, baru di tangan Pak Rico Waas eksekusinya benar-benar nyata." Kalimat penuh haru dari Herman Syah, pengurus Komplek Bumi Asri, mewakili jeritan hati 1.800 Kepala Keluarga di Kelurahan Cinta Damai yang bertahun-tahun hidup dalam kecemasan saat hujan turun. Janji manis penanganan banjir yang kerap hilang bersama genangan air kini akhirnya dijawab tuntas oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, lewat pengerjaan drainase di kawasan tersebut.

 

Guna memastikan pengerjaan berjalan lancar, Rico Waas langsung turun meninjau pengerjaan drainase tersebut di jalan Pasar 1, Kelurahan Cinta Damai yang berbatasan dengan tembok Komplek Bumi Asri, Selasa (29/9/26).

Kehadiran Rico Waas ini disambut antusias warga yang sudah bertahun-tahun meratapi ancaman banjir yang bisa mencapai setinggi pinggang orang dewasa saat hujan deras. Namun kini ribuan warga bernapas lega setelah Pemko Medan mengeksekusi pembangunan saluran drainase u-ditch berukuran besar secara nyata.

Dijelaskan Wali Kota Medan Rico Waas, saluran drainase yang dibangun memiliki ukuran cukup besar, yakni lebar 160 cm dengan panjang mencapai 670 meter. Proyek ini dirancang untuk menyalurkan debit air langsung menuju aliran sungai.   

"Berdasarkan laporan yang kami terima, jika terjadi hujan deras, air bisa masuk ke rumah warga hingga setinggi pinggang hingga dada. Ini sangat mengganggu kenyamanan warga. Tahun ini kami bangun u-ditch sepanjang 670 meter yang akan bermuara ke sungai Bendera  Harapannya, langkah ini bisa mereduksi banjir secara signifikan di Komplek Bumi Asri serta Lingkungan 1 dan Lingkungan 7 Kelurahan Cinta Damai," ujar Rico Waas.   


Rico Waas menambahkan, pengerjaan proyek drainase ini ditargetkan rampung pada akhir tahun. Selain itu, pihak Pemko Medan telah berkoordinasi dengan warga terkait penertiban dan relokasi bangunan di atas saluran air serta penataan tempat peternakan yang menyalahi Peraturan Wali Kota (Perwal).   

"Pembangunan ini tidak bisa berdiri sendiri. Ini hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang saling mendukung. Warga yang bangunannya berada di atas drainase juga telah sepakat untuk dibongkar demi kelancaran aliran air," tegas Rico Waas

Langkah tegas dan cepat dari Pemko Medan ini disambut haru dan apresiasi tinggi oleh masyarakat. Herman Syah, salah seorang pengurus komplek, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas respon nyata Pemko Medan.   

"Kami mengucapkan sujud syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sudah beberapa periode kepemimpinan wali kota, baru di tangan Pak Rico eksekusinya benar-benar terealisasi. Ini sangat berarti bagi kami," ungkap Herman.   

Hal yang sama juga disampaikan Retno warga Kelurahan Cinta Damai. Dirinya mengapresiasi langkah cepat Pemko Medan dalam membenahi saluran air. Menurutnya, genangan air dan kebanjiran di wilayah tersebut sudah dirasakan warga sejak masa pandemi COVID-19, menyusul maraknya pembangunan proyek perumahan dan alih fungsi lahan sekitar.

"Pengerjaan drainase ini bagus, untuk mengurangi banjir agar tidak parah lagi. Kami bersyukur Pemko Medan turun tangan," ungkap Ibu Retno saat ditemui di lokasi peninjauan.

Diperkirakan lebih dari 1.800 Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut akan merasakan dampak positif dari penyelesaian proyek ini. Penanganan ini diharapkan dapat mengeliminasi rasa waswas warga setiap kali hujan deras turun.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Hardy Sibarani menjelaskan bahwa perbaikan drainase ini memanfaatkan beton U-Ditch berukuran raksasa, yakni 160 x 160 centimeter. Langkah ini diambil guna meningkatkan kapasitas tampung dan memperlancar aliran air menuju aliran Sei Badera.

"Pembangunan drainase di Pasar I ini sepanjang 672 meter dengan Konstruksinya menggunakan U-Ditch ukuran 160 x 160 cm hingga ke belakang Kodam," ujar Hardy Sibarani.

Meski demikian, pengerjaan proyek ini masih menghadapi kendala pembebasan lahan di sepanjang jalur pemukiman warga dan bantaran rel. Menurutnya tadi Pak Wali Kota Medan telah menginstruksikan penerbitan surat imbauan kepada warga terkait pembebasan lahan.

"Setelah lahan nantinya dinyatakan bebas, tim kami dari Dinas SDABMBK akan langsung melakukan normalisasi hingga ke titik Sei Badera," tambahnya.(HM)


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas