Dapat Pembinaan dan Dukungan Bobby Nasution, Atlet Arung Jeram Sumbang Emas
Oleh : Radar Medan | 15 Sep 2024, 21:09:40 WIB | 👁 769 Lihat Olahraga
Keterangan Gambar : Atlet Arung Jeram asal Kota Medan dalam PON XXI Aceh - Sumut 2024 sumbang dua medali emas satu perak dan satu perunggu (Foto : Ist)
RADARMEDAN.COM - Kontribusi atlet Arung Jeram asal Kota Medan dalam PON XXI Aceh - Sumut 2024 yang berlangsung di Sungai Alas, Kutacane, Aceh tidak main main.
Lima atletnya yang tampil di ajang pesta olahraga empat tahunan itu turut membantu kontingen Sumut menyumbang dua medali emas satu perak dan satu perunggu sampai saat ini.
Seiring masih berjalannya pertandingan bukan tidak mungkin perolehan medali dari cabang olahraga ini masih bisa bertambah.
Kelima atlet Arung Jeram asal Medan yang bergabung dalam kontingen Sumut tersebut yakni. Ira, Trioni, Jingga untuk putri dan Kevin serta Maret untuk putra.
Ira, Trioni dan Jingga berhasil menyumbangkan dua medali emas dari nomor lomba DR R6 dan DR R4 putri. Sedangkan Kevin dan Maret membantu Sumut meraih dua perak dan satu perunggu dari nomor DR R6, DR R4 putra dan head to head.
Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Medan, M Azhim Bakri Ginting mengungkapkan, prestasi yang diraih atlet arung jeram Medan ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Sebab, mereka merupakan atlet yang melalui pembinaan benar benar dari nol. Kelima atlet ini mengikuti seleksi yang panjang.
"Mereka ini benar benar mengikuri tahapan seleksi yang panjang. Benar benar dari nol. Berawal dari kompetisi yang kami buat, terus mengikuti Porkot, Porwil dan akhirnya bisa tampil di PON," ungkap pria yang akrab disapa Boy ini, Minggu 15/9/2024.
Atas perolehan ini dirinya mengucapkan terimakasih kasih sebesar besarnya kepada Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, Dispora Medan dan juga KONI Medan yang telah membantu dalam melakukan pembinaan atlet.
Apalagi Arung Jeram merupakan cabang olahraga pertama kali dipertandingkan di ajang PON.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali (Bobby Nasution) yang telah memberikan perhatian kepada kami. Mulai dari sarana untuk menggelar pertandingan dan latihan. Beasiswa kuliah di USU untuk dua orang atlet kami. Pak Wali juga selalu hadir langsung di setiap kompetisi yang kami gelar. Semoga perhatian ini tidak berhenti sampai disini. Terus berlanjut," tegasnya
Prestasi yang diraih ini juga membuktikan kalau Medan juga bisa melakukan pembinaan atlet dan menghapus persepsi orang tentang Sungai di Medan.
"Selama ini orang menganggap sungai di Medan itu hanya paret. Ternyata melalui latihan, kompetisi rutin, pembinaan yang serius serta perhatian khusus dari masyarakat bisa menghasilkan atlet berprestasi. Selama ini kami kerap menggunakan Sungai Tuntungan, Sungai Deli dan lainnya untuk latihan dan menggelar pertandingan," tambahnya.
Mereka juga berharap Walikota Medan, Bobby Nasution tetap memberikan tempat latihan bagi mereka di Taman Cadika yang telah selesai direnovasi untuk mereka berlatih.(hm/pe)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .