Bobby Nasution, Gubernur Termuda Tumpuan Harapan Kaum Buruh, Nelayan dan Guru Honor
Oleh : Radar Medan | 09 Nov 2025, 17:37:40 WIB | 👁 600 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM
RADARMEDAN.COM - Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM, yang karip disapa dengan nama Bobby Nasution, kini bukan hanya dikenal sebagai gubernur termuda di Indonesia.
Alumnus Magister Manajemen Institut Pertanian Bogor itu sekarang menjadi tumpuan harapan. Terutama bagi mereka yang berjuang hidup sebagai buruh, nelayan serta guru honor yang terancam hukum karena dilaporkan orangtua murid.
Pekan kemarin menjadi pekan-pekan yang panjang. Kita disajikan fakta bahwa ada seorang guru honorer di Kutalimbaru Deliserdang bernama Sopian Nadeak, menjadi seorang terlapor di kepolisian karena melerai perkelahian murid.
Tak hanya sebagai terlapor, guru SMKN 1 Kutalimbaru Desa Sawit Rejo itu juga mengalami penganiayaan diduga dilakukan orangtua siswa. Sopian pun melaporkan penganiayaan itu juga ke kepolisian.
Kasus saling lapor itu pun menjadi atensi Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Peraih penghargaan Brevet Yudha Wastu Wiratama (Kavaleri) itu langsung mengunjungi kediaman guru Sopian Nadeak di Binjai, Jumat 31/10/2025.
"Saling damai. Semoga guru Sopian tetap mau mengajar. Dan semua saling memaafkan. Namun jika orangtua murid bersikeras tidak damai, kita Pemprovsu tentu akan membackup guru Sopian," kata putra dari Alm Erwin Nasution tersebut.
Pun Bobby juga mendorong agar tenaga pendidik di sekolah jangan pernah khawatir untuk menegur murid.
"Sekolah, guru dan orangtua punya kewajiban mendidik anak murid. Untuk para guru, tetaplah menegur murid yang asal dengan cara yang benar," imbuh Bobby.
Dua hari berselang, atau Minggu 2/11/2025, kisah lain juga datang Kabupaten Deliserdang. Kali ini Bobby menemui seorang bidan ASN yang viral videonya di sosial media karena mengaku sulit naik pangkat dan dugaan pungutan liar. Ikut dalam pertemuan itu Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan.
Dalam pertemuan itu, Bobby meminta Bupati Deliserdang untuk mengambil kebijakan yang bijak, dengan mempertimbangkan aspek kepegawaian dan kepentingan masyarakat.
Langkah gerak cepat itu mendapat respon luar biasa dari elemen masyarakat. Salahsatunya Akademisi dari Universitas Dharmawangsa, Dr Rahman Tahir MIP.
Rahman Tahir menilai langkah yang diambil Gubernur Bobby bukan lantaran ASN tersebut viral di media sosial. Tetapi lebih karena inisiatif Bobby sebagai gubernur tempat mengadu bagi warga Sumut.
"Bobby menginisiasi bukan karena viral, tapi karena Pak Gubernur memposisikan sebagai bapaknya para ASN di kabupaten/kota atau dengan kata lain sebagai representasi pemerintah pusat berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 33 Tahun 2018," ujar Rahman Tahir.
Karena pengaruhnya itu pula, kaum buruh dan pekerja kembali mengadukan nasib kepada Bobby Nasution. Ribuan massa rela hadir mengunjungi Bobby pada Senin 3/11/2025 atau sehari setelah Bobby menerima aspirasi bidan ASN Deliserdang tersebut.
Gayung bersambut, Bobby pun menerima kehadiran buruh dengan tangan terbuka. Berkemeja putih lengan panjang, Bobby yang tanggap dan berani itu mendatangi massa buruh yang menumpuk di pelataran Jl Pangeran Diponegoro Medan depan Kantor Gusu.
Tak berlama-lama, Bobby pun mempersilakan puluhan perwakilan buruh masuk ke ruang anjungan Dekranasda Sumut untuk kembali berdiskusi.
Ketua PD FSP KEP SPSI AGN Provinsi Sumatera Utara, Rio Affandi Siregar menilai Bobby menunjukkan sikap kenegarawanan sebagai pemimpin di Sumatera Utara.
"Karena dengan hadir dan turun langsungnya Bapak Bobby Nasution, menurut saya menyembuhkan setengah penyakit buruh. Maksudnya adalah hadirnya beliau jadi perwujudan dari kepedulian terhadap nasib buruh, yang salah satu tuntutannya tentang kenaikan upah tahun 2026," terang Rio.
Rio yang juga Anggota Dewan Pengupahan Provinsi Sumut itu menilai kenaikan upah tahun 2026 merupakan hal yang sangat prinsip dan penting dalam perjuangan kaum buruh. Mengingat kebutuhan dasar pekerja/buruh adalah upah tersebut.
Dimana kebutuhan dasar seperti anak sekolah dan kebutuhan pokok lainnya, cenderung ikut naik setiap tahunnya.
"Jadi bila upah pekerja/buruh di tahun 2026 nanti kenaikannya tidak sesuai yang diharapkan, maka akan berdampak langsung terhadap nasib pekerja/buruh di tahun 2026," kata Rio.
Kini, harapan bertumpu di pundak Gubernur Bobby. Di tengah himpitan fitnah yang menyeret namanya dalam pusaran kasus hukum, Bobby tetap fokus ke persoalan rakyat.
Baginya, fitnah dan ejeken harus dijadikan penyemangat agar dirinya tidak pantang menyerah membela rakyat. Terutama rakyat yang sedang berjuang sebagai buruh pabrik, guru, buruh tani, nelayan serta kaum marginal yang butuh keadilan dan kesejahteraan.(r/pe)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .