Terkait Kematian Pasien di RSU Tarutung, Inspektorat : 6 Petugas Medis akan Diberi Sanksi

Oleh : Radar Medan | 02 Feb 2024, 19:19:44 WIB | 👁 4885 Lihat
Daerah
Terkait Kematian Pasien di RSU Tarutung, Inspektorat : 6 Petugas Medis akan Diberi Sanksi

RADARMEDAN.COM, TAPANULI UTARA - 6 Orang petugas medis dari 12 orang yang diperiksa oleh pihak Inspektorat Taput terkait laporan dari pihak keluarga atas kematian pasien berinisial ES, akan di beri sanksi. Keenam orang tersebut berstatus dokter dan satu diantaranya dokter internship.

Kejadian tersebut bermula pada tanggal 11 Januari 2024 sore hari saat pasien atas nama ES dibawa keluarganya ke Rumah Sakit Tarutung guna mendapatkan perawatan dikarenakan pasien kondisi lemah dengan keluhan kejang perut. Namun menurut keluarga sesampainya di IGD pasien tidak langsung mendapatkan pelayanan sebagai mestinya.

Dahlia Simorangkir, salah satu keluarga saat ditemui wartawan Radarmedan.com, Jumat, 2/2/2024 pagi menyampaikan sangat menyayangkan tindakan pihak rumah sakit yang diduga tidak profesional dalam menangani pasien.

"Sekira jam 18.00 WIB tanggal 11 Januari 2024 saya dan saudara saya membawa org tua saya ke RSU Tarutung untuk dilakukan pemeriksaan, karena orang tua kami mengalami keram perut karena sudah dua hari selera makannya menurun, sesampainya di IGD orang tua saya tidak langsung diperiksa, saya masih sempat menghubungi pihak rumah sakit Wadir Pelayanan dr. Karen namun beliau tidak bisa dihubungi. Karena merasa tidak dilayani orang tua kami masih sempat berkata' "Mulak ma hita nga sehat au inang" (pulang lah kita sudah sehat saya inang-red). Namun untuk memastikan kesehatan orang tua kami, kami meminta untuk bersabar biar di cek dulu. Kurang lebih setengah jam dokter jaga datang menjumpai kami," ucap Dahlia.

"Sekarang Amang ini mau rawat inap atau apa (nada ketus, menurut DS) soalnya Amang ini tidak apa apa jawabnya," ucap dokter.

Lalu kami menjawab dokter tersebut yang ternyata dokter internsip bernama Sri Ayu.

"Apakah bapak kami sudah diperiksa, sudah di tensi, apa diagnosanya dokter dari mana dokter tau bapak kami tidak apa apa sementara belum diperiksa?" tanya Dahlia.

"Saya lihat amang ini tidak apa-apa berbeda penglihatan orang awam dengan kami, nanti ditensi sama perawat," ucap Sri Ayu.

Dahlia menceritakan saat itu ia keluar dari ruangan untuk menghubungi saudaranya usai dokter memberikan keterangan orang tua kami tidak apa apa.

"Namun saat saya kembali tidak ada selang waktu 10 menit ke ruangan tempat orang tua saya berbaring karna niat saya mau membawa keluar dari rumah sakit karena tidak ada dilakukan tindakan medis, saya lihat orang tua saya sudah dipasang infus," paparnya.

Bersama saudaranya yang lain mencoba berkoordinasi.

"Kak kita keluar saja dari sini kita bawa ke rumah sakit lain," ucapnya. 

Kakaknya menjawab kita tunggu saja dulu dek sudah dipasang infus.

Dahlia melanjutkan setelah dipasang infus dan mengetahui adanya suntikan obat 5 kali orang tuanya sudah tidak bisa diajak bicara. Masih penuturan Dahlia jam 19:31 WIB barulah dr Karen menghubungi lewat whatsapp seraya menanyakan siapa nama orang tua kami dan sudah di tangani apa belum.

"Jam 20:50 bapak saya drop dan koma di ruang IGD. Di ruang IGD dr MS meminta saya dan kakak saya untuk menanda tangani surat persetujuan memasang alat ventilator, kami tidak menyetujuinya, kondisi koma tersebut orang tua kami juga di pasang kateter," ucapnya sedih.

Lanjutnya sekitar jam 22.00 WIB orang tua kami di bawa ke ruang ICU, diruang ICU perawat menjelaskan bahwa orang tua kami kondisi koma.

"Kak Amang ini kondisi koma sekarang hanya alat bantu ini yang bisa membantu pernafasan dan dari tenaga infus disamping itu kita berdoa saja semoga ada mujijat ucap perawat ICU menjelaskan kepada kami," katanya.

Selanjutnya karena pihak keluarga tidak bisa menunggu diruang ICU Dahlia menuturkan ia dan keluarga menunggu di luar ruangan. 

"Jam 1 Subuh tanggal 12 Januari 2024 perawat ICU menghubungi saya untuk datang keruangan, sayapun datang dan disana dokter dan perawat memberitahukan bahwa orang tua saya sudah meninggal," ucap Dahlia Simorangkir sambil terisak.

Lanjutnya, orang tua kami dibawa kepemulasaran usai di mandikan dari tubuh orang tua saya mengeluarkan darah dari bekas dipasangnya kateter dan dari hidung.

"Untuk itu kami meminta kepada Bupati Tapanuli Utara untuk menyelidiki dan memberi tindakan kepada mereka yang lalai dalam menjalankan tupoksinya'" ucap Dahlia.

Ia menyampaikan hal ini sudah dilaporkan langsung ke pihak Kemenkes.

Sementara Pihak Inspektorat Taput, Kepala Inspektorat Erikson Siagian didampingi oleh Tim Pemeriksa Kamis tanggal 1 Februari 2024 diruang kerjanya menyampaikan dari 12 orang yang sudah diperiksa, di tetapkan 6 orang petugas medis yang bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan terhadap pasien diantaranya dr K, dr L ,dr S ,dr E, dr MS dan dr SAK.

Kepala Inspektorat juga menjelaskan untuk Pihak RSU supaya memberi sanksi kepada mereka yang lalai dan mengevaluasi SAK.

"Dan hasil pemeriksaan kami nanti akan kami laporkan sama Bupati." terang Kepala Inspektorat mengahiri.

Saat awak media mencoba klarifikasi ke dr. Karen Lumban Tobing Wadir Pelayanan RS Tarutung menyampaikan sudah melayani pasien dengan baik.

"Selamat siang pak, pasien sudah kami layani dengan baik, makasih pak," jawabnya singkat.

Saat di konfirmasi ke Direktur RS Tarutung, dr. Janri Nababan menyampaikan medis sudah bekerja sesuai Standart Operasional Prosedure(SOP).

"Dokter dan perawat sudah lakukan edukasi dan pemeriksaan  sesuai SOP pak," jawabnya. 


(red)/PE


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya
jeanhakim.jpg

Dalam 10 Hari Polisi Tuntaskan Kasus Pembakaran Rumah Hakim PN Medan, Ini Kronologinya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔15:13:13, 21 Nov 2025

RADARMEDAN.COM – Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dalam temu pers memberi penjelaskan kepada wartawan bahwa kasus pembakaran rumah seorang Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan di Komplek Taman Harapan Indah, Blok D No. 25, dipastikan merupakan aksi pembakaran berencana oleh mantan sopir korban. Hal itu disampaikan dalam . . .

Berita Selengkapnya
peran_media.jpg

Menjaga Profesionalisme: Saling Memahami Tupoksi Pejabat Negara dan Wartawan

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:54:55, 18 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat dan luas, pejabat negara maupun swasta diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih media yang dijadikan sumber informasi. Penting bagi pejabat negara untuk mengenali media dan jurnalis yang kredibel agar informasi yang diterima maupun disebarkan dapat . . .

Berita Selengkapnya
content.jpg

Inilah 30 Media Online Terpopuler di Sumatera Utara Versi Chat GPT

🔖 TEKNOLOGI 👤Radar Medan 🕔14:16:59, 03 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Persaingan media online di Sumatera Utara kian dinamis. Berdasarkan hasil penelusuran dan pemeringkatan yang dilakukan hari ini (3/11/2025), tercatat 30 media online berkantor di Provinsi Sumatera Utara menjadi yang paling banyak dikunjungi pembaca sepanjang tahun 2025. Dalam daftar tersebut, Tribun-Medan.com masih menempati . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas