Tekad Siap Tangani Pasien Isolasi, Wali Kota Medan Upayakan Sejumlah Tempat
Oleh : Radar Medan | 22 Jul 2021, 13:38:19 WIB | 👁 1513 Lihat Berita Kota
RADARMEDAN.COM - Sebagai bentuk keseriusannya dalam penanganan Covid-19 di Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution terus mencari solusi lokasi alternatif yang akan digunakan sebagai tempat isolasi bagi masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19. Langkah ini dilakukan sebagai tekad kuat Bobby Nasution untuk mengatasi Covid-19 di ibukota Provinsi Sumut.
Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Helvetia merupakan salah satu tempat yang selama ini sudah disiapkan Pemko Medan sebagai tempat isolasi. Di Gedung P4TK memiliki 120 kamar yang didukung 240 bed. Satu kamar berisi 2 bed dan kini terdapat 17 orang warga yang diisolasi.
Selain Gedung P4TK, Bobby Nasution merasa perlu untuk mencari lokasi lain yang akan dijadikan tempat isolasi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Atas dasar itulah, beberapa waktu lalu, Bobby Nasution meninjau ex Hotel Soechi di Jalan Cirebon Medan. Dari hasil peninjauan tersebut, disepakati bahwa bangunan yang merupakan asset Pemko Medan itu akan dijadikan sebagai tempat isolasi bagi pasien, terutama yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan.
“Peninjaun ini dilakukan untuk melihat kondisi dan kelayakan bangunan ex Hotel Soechi sehingga dapat digunakan sebagai tempat alternatif isolasi bagi pasien Covid-19. Namun, kemungkinan besar ini akan kita gunakan melihat dari fasilitas kamar yang masih lengkap,” kata Bobby Nasution saat meninjau ex Hotel Soechi, Rabu baru-baru ini.
Apalagi, terang Bobby Nasution, bangunan berlantai 12 tersebut memiliki sebanyak 247 kamar yang representatif untuk digunakan sebagai tempat isolasi. Selain itu, penambahan tempat isolasi menjadi upaya dalam memperkuat penerapan 3T (tracing, testing dan treatment), terutama treatment (perawatan). Oleh sebab itu, nantinya ex Hotel Soechi tidak hanya sekedar menjadi tempat isolasi tapi juga difungsikan sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan awal pasien OTG yang bergejala ringan.
Guna merealisasikan itu, bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dan Kementerian Kesehatan, Pemko Medan berkolaborasi untuk sesegera mungkin melakukan konversi fungsi bangunan tersebut. Bahkan, pihak kementerian PUPR dan Kesehatan telah meninjau langsung bangunan yang dulunya merupakan hotel berbintang empat tersebut, Minggu (18/7).
Saat ditinjau, ex Hotel Soechi juga tengah dalam proses perbaikan dan penataan. Nantinya, ruang restoring yang berada di lantai dasar bangunan akan difungsikan layaknya ruang IGD rumah sakit sebagai tempat penanganan awal pasien guna mengetahui tingkat kerawanan penyakit yang diderita. Jika kondisinya tidak terlalu berbahaya, maka akan dilakukan isolasi dan perawatan di ex Hotel Soechi. Sebaliknya jika kondisinya berbahaya, pasien akan segera dibawa ke rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19 di Kota Medan.
Langkah Bobby Nasution untuk menambah tempat isolasi bagi pasien Covid-19 di Kota Medan, dinilai dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FK –USU) 22/7/2020, M Hadyan Yunhas Purba mengatakan merupakan langkah yang sangat tepat sekaligus bukti tekad kuat Bobby Nasution untuk mengatasi Covid-19. Sebab, itu merupakan wujud upaya untuk membantu masyarakat, terutama warga Kota Medan yang membutuhkan isolasi dan perawatan Covid-19.
“Di samping itu sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 20/2020 tentang Percepatan Penanganan Virus Covid-19 di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengamanatkan Pemda untuk melaksanakan serangkaian upaya untuk mencegah penularan dan penanganan warganya yang terpapar Covid-19, serta memprioritaskan penggunaan APBD dan sumber daya lainnya (termasuk aset) yang dimiliki Pemda untuk menanggulangi pandemi Covid-19,” ujar Hadyan.
Penambahan tempat tidur dan tempat isolasi tersebut, sambung Hadyan, tentunya dapat membantu penanggulangan Covid-19 di Kota Medan dan memudahkan monitoring terhadap warga Kota Medan, yang terpapar Covid-19 agar mendapatkan perawatan yang baik dalam rangka penyembuhan dari virus tersebut.
“Tentunya saya sangat mendukung, karena kebijakan tersebut dapat membantu masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan tempat isolasi. Sebab, tempat isolasi harus membutuhkan tempat yang baik juga,” tambahnya.
Hadyan selanjutnya menyarankan, ke depan yang perlu diperhatikan Pemko Medan adalah kemudahan masyarakat untuk mengakses informasi ketersediaan tempat isolasi dan tempat tidur bagi pasien Covid-19 melalui aplikasi atau situs resmi Pemko Medan.(hms)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .