Setelah Menjadi BLUD, Puskesmas di Kota Medan Harus Menunjukkan Perubahan Signifikan Dalam Pelayanan
Oleh : Radar Medan | 19 Okt 2024, 16:41:43 WIB | 👁 857 Lihat Kesehatan
Keterangan Gambar : Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Ferri Ichsan saat mewakili Plt Wali Kota Medan H. Aulia Rachman dalam pembukaan acara Workshop Penilaian Penetapan BLUD Puskesmas Kota Medan yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Jum'at (18/10).
RADARMEDAN.COM - Pemko Medan mendorong agar Puskesmas di kota Medan dapat menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan begitu, adanya perubahan signifikan terhadap Puskesmas sebelum dan sesudah menjadi BLUD khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan tepat kepada masyarakat.
Demikian disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Ferri Ichsan saat mewakili Plt Wali Kota Medan H. Aulia Rachman dalam pembukaan acara Workshop Penilaian Penetapan BLUD Puskesmas Kota Medan yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Jum'at (18/10).
"Acara ini cukup penting dan strategis sebagai gerak ke depan seluruh Puskesmas di Kota Medan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat," kata Ferri dihadapan seluruh Kepala UPT Puskesmas sekota Medan.
Dalam acara yang juga dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan Edi Subroto itu, Ferri mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman yang dinilai perlu ditingkatkan kualitas pelayanan publiknya.
"Peningkatan kualitas pelayanan publik dapat di indikasikan dalam hal kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Ferri.
Maka dari itu, guna menjawab tantangan tersebut Ferri menyampaikan salah satu langkah yang perlu diambil ialah dengan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di seluruh Puskesmas di Kota Medan.
"Artinya Pemko Medan berharap seluruh Kepala Puskesmas beserta jajaranya bisa memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat kota Medan tanpa terikat dengan regulasi yang berbelit-belit," ucap Ferri seraya berharap seluruh peserta mengikuti workshop ini dengan serius agar tidak ada materi yang terlewatkan.
Ditempat yang sama Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan Edi Subroto mengatakan kagiatan workshop penilaian penetapan BLUD Puskesmas Kota Medan ini merupakan rangkaian dari penguatan untuk mempersiapkan secara maksimal Puskesmas menjadi BLUD.
"Jadi masing-masing Puskesmas telah menyiapkan dokumen apa saja yang akan di usulkan, termasuk kesiapan jajaranya sehingga ditahun ini diharapkan BLUD Puskesmas Kota Medan dapat terealisasikan," jelas Edi.
Edi juga beharap dengan terealisasinya BLUD ini maka Puskesmas lebih flesibel dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Dengan begitu Puskesmas akan lebih maksimal memberikan pelayanan kesehatan," pungkasnya.(HM/PE)
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .