Resmikan Mini Lab MA-11 Juli Tani, Gubernur Harapkan Hasil Pertanian Lebih Melimpah

Oleh : Radar Medan | 01 Okt 2019, 08:20:39 WIB | 👁 1669 Lihat
Ekonomi
Resmikan Mini Lab MA-11 Juli Tani, Gubernur Harapkan Hasil Pertanian Lebih Melimpah

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Kelompok Tani Juli, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, berhasil menerapkan inovasi baru dalam pembuatan pupuk organik. Yakni dengan memanfaatkan Mikrobakteri Alfalfa (MA-11), merupakan organisme yang dapat mengubah limbah pertanian organik, menjadi pupuk kompos hanya dalam waktu 24 jam.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) sangat mengapresiasi dan terus mendorong pemanfaatan inovasi baru dalam bidang pertanian tersebut. Dengan harapan, petani dapat memproduksi pupuk organik sendiri dan membuat hasil produksi pertanian semakin melimpah. Sehingga, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut, tetapi juga bisa dijual ke luar Sumut.

"Namun, saya mau ini dikontrol, kalau pasokan untuk kita belum cukup, jangan sampai malah dijual ke luar. Kebutuhan pangan kita dulu dipenuhi," kata Gubernur Edy Rahmayadi ketika meresmikan Laboratorium Mini (Mini Lab) MA-11, di Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Senin (30/9).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Edy Rahmayadi, didampimpingi Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat, dan Ketua Kelompok Tani Juli Yareli.

Khusus untuk komoditi cabai, kata Gubernur, agar senantiasa diperhatikan. Hal ini karena cabai sering menjadi salah satu komoditi yang mempengaruhi inflasi. "Kalau sudah inflasi itu ibarat orang struk. Mati tidak, tapi tidak bisa ngapa-ngapaian. Stagnan kita nanti, jangan sampai kondisi seperti itu terjadi," ucapnya.

Gubernur kemudian mengapresiasi penyediaan Mini Lab MA-11 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Sumut. Edy menyampaikan keinginannya untuk memperbanyak mini laboratorium tersebut di sentra-sentra produksi pertanian baik di Karo, Batubara, Humbahas, dan lainnya.

"Karena ini sangat sejalan dengan visi saya membangun desa, menata kota. Saya sangat mengapresiasi segala usaha yang memajukan para petani kita. Tanpa petani, kita bukan apa-apa. Mereka mogok tanam, tak bisa kita makan," tegas Edy Rahmayadi, yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi.

Membangun Desa Menata Kota adalah pembangunan daerah yang memanfaatkan potensi-potensi yang ada di desa, seperti pertanian, wisata, kuliner dan berbagai hasil kerajinan masyarakat. Jika dikelola dan dikembangkan secara maksimal dapat mendorong percepatan pembangunan di Sumut, khususnya bagi masyarakat desa sendiri. Jika desa-desa di Sumut maju dan masyarakatnya sejahtera, maka tidak akan ada lagi yang berbondong-bondong mencari pekerjaan di kota. Sehingga akan lebih mudah untuk menata kota.

Untuk itu, Edy berharap kehadiran Mini Lab MA-11 benar-benar dimanfaatkan secara maksimal dan dirasakan manfaat kehadirannya, khususnya bagi para petani. Hasil produksi meningkat, dan penghasilan atau kesejahteraan keluarga petani juga meningkat.

Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar dalam sambutannya mangatakan bahwa Deliserdang salah satu daerah yang memiliki potensi untuk budidaya berbagai komoditas pertanian. Selain memiliki area yang luas, tanahnya pun tergolong subur.

"Sehingga, berbagai upaya pengembangan komoditas melalui pemanfaatan teknologi demi peningkatan produksi perlu untuk terus dikembangkan. Salah satunya, konsep MA-11 ini. Praktik ini mengefisiensi waktu dan biaya. Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami ucapkan terima kasih atas bantuan pembangunan mini lab ini," tutur Yusuf.

Usai peresmian, Gubernur kemudian menyempatkan untuk meninjau fasilitas Mini Lab MA-11 dan stasiun agribisnis untuk para petani. Kemudian, panen cabai dan meninjau hasil-hasil produk pertanian dan peternakan Kelompok Juli Tani. Saat itu, dilakukan pula penyerahan bantuan oleh Gubernur kepada beberapa kelompok tani berupa bibit padi, kultivator, dan sprayer elektrik.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat membenarkan bahwa cabai merupakan salah satu komoditi yang mempengaruhi inflasi di Sumut. Menghadirkan inovasi MA-11 merupakan salah satu langkah mengantisipasi hal tersebut.

"Apalagi Kelompok Juli Tani kan memiliki lahan seluas 48 hektare, dimana 30 hektarenya untuk cabai. MA-11 menghasilkan pupuk organik dalam waktu singkat, memiliki kandungan gizi melimpah yang mampu meningkatkan produksi pertanian, dalam hal ini khususnya cabai," jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Juli Yareli menambhakan bahwa kelompok tani yang ia pimpin telah menjadi kelompok binaan Bank Indonesia sejak tahun 2017. Dirinya berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dan kelompoknya bisa berkontribusi dalam mengatasi inflasi Sumut.

Turut hadir dalam acara peresmian tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut Dahler, OPD Kabupaten Deliserdang, kelompok tani, dan masyarakat. (Humas)/PE/red


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya
setneg.jpg

Langgar Aturan, Ini Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izin Usai Ratas Dipimpin Presiden

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔21:39:16, 20 Jan 2026

RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .

Berita Selengkapnya
bws3.jpg

Bantuan untuk Pengendalian Banjir, Rico Waas: Dana Bank Dunia Rp 1,5 Triliun Dikelola Oleh BWS

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:09:37, 03 Des 2025

RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.  Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .

Berita Selengkapnya
rilis3.jpg

Polda Sumut Rilis Update Lengkap Situasi Bencana 24–29 November 2025: 488 Bencana, 1.076 Korban

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔14:25:22, 29 Nov 2025

RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran. Update Ddata terbaru, . . .

Berita Selengkapnya
kafekesehatan.jpg

Secercah Harapan Alami bagi Pejuang Kesehatan, Nyaman Pasca Nikmati Rempah Tradisional Karo

🔖 FEATURE 👤Radar Medan 🕔15:59:52, 24 Nov 2025

Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .

Berita Selengkapnya

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas