Massa PBB Geruduk Kantor Gubernur Sumut, Minta Kebebasan Beribadah Dijaga
Oleh : Radar Medan | 19 Jun 2023, 12:16:05 WIB | 👁 1158 Lihat Komunitas
RADARMEDAN.COM - Ribuan massa Pemuda Batak Bersatu (PBB) seruduk Kantor Gubernur Sumatera Utara,di Jalan Diponegoro Medan,Kota Medan dengan menggelar unjuk rasa damai terkait intoleransi yang belakangan ini terjadi di Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (17/06/2023).
Pada kesempatan tersebut,Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Batak Bersatu (DPP PBB), Lambok Sihombing mengatakan unjuk rasa damai ini mereka lakukan karena adanya tindakan-tindakan intoleransi dan radikalisme.
“Kami sebagai Organisasi yang memiliki fungsi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini sesuai dengan tupoksi kami yang di atur oleh Undang-Undang (UU), meminta jangan ada lagi tindakan-tindakan diskriminasi, intoleransi serta radikalisme,” seru Lambok Sihombing.
Lambok Sihombing menyebutkan, unjuk rasa damai itu adalah unjuk rasa damai kedua yang mereka lakukan.Di mana kali ini pihaknya meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menerbitkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara terkait kebebasan beribadah.
Ia meminta agar Gubernur Sumatera Utara,H.Edy Rahmayadi bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara mengenai kebebasan beribadah, kebebasan menjalankan agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
“Unjuk rasa damai ini kami lakukan hari ini agar masyarakat bisa tenang dan bebas beribadah,” katanya.
Lambok Sihombing juga membantah jika Pemuda Batak Bersatu (PBB) membela satu Agama atau tempat Ibadah tertentu.
“Jadi kami tidak berbicara Gereja A atau Gereja B,atau Agama A Agama B, dan atau Suku A Suku B.Tetapi kami tidak mau apa pun itu.Agama apa pun itu,kami tidak mau ada intimidasi.Kami tidak mau ada tindakan yang melarang mereka beribadah atau menjalankan Agamanya masing-masing,” tegasnya.
Lambok Sihombing mengatakan pihaknya akan terus menunggu Gubernur Sumatera Utara,H.Edy Rahmayadi hadir menemui mereka dan menjawab tuntutan mereka.
“Jika tidak,nanti kami akan membawa jumlah massa lebih banyak lagi,” ucapnya.
Massa menyampaikan beberapa poin tuntutan unjuk rasa damai dari Pemuda Batak Bersatu (PBB),seperti Pemerintah harus menindak tegas kaum-kaum radikalisme,intoleran karena berbahaya bagi perdamaian di Indonesia
Pemerintah harus menindak pelaku kasus-kasus pembubaran dan pelarangan Ibadah,Gubernur Sumatera Utara,H.Edy Rahmayadi harus memberikan statement menjamin kebebasan beragama dan beribadah di Provinsi Sumatera Utara.
Usai berorasi,ada sepuluh perwakilan yang di izinkan masuk untuk menyampaikan tuntutan tersebut.
Sebelum membubarkan diri,massa berjanji akan datang kembali ke Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Senin (19/06/2023).(ril/ZL)/PE
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .