Layanan Rehabilitasi Jantung RS Adam Malik Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien
Oleh : Radar Medan | 28 Apr 2025, 08:55:51 WIB | 👁 1399 Lihat Kesehatan
RADARMEDAN.COM, 25 April 2025 - Penanganan pasien penyakit jantung tidak berhenti setelah menjalani operasi bedah jantung atau kateterisasi jantung untuk pemasangan ring atau stent. Pasien tetap memerlukan layanan rehabilitasi jantung untuk meningkatkan kualitas hidup dan dapat kembali beraktivitas normal. Layanan ini tersedia di Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUP H. Adam Malik yang telah beroperasi sejak 2013.
"Selain tindakan pemasangan cincin (ring jantung atau stent) dan bedah jantung, pasien juga perlu menjalani rehabilitasi jantung. Ini penting agar pasien bisa kembali menjalani kehidupan seperti semula. Rehabilitasi juga bermanfaat untuk orang-orang yang belum terkena penyakit jantung," ujar dr Abdul Halim Raynaldo SpJP(K) FIHA, dokter spesialis rehabilitasi jantung di Unit Prevensi dan Rehabilitasi Jantung PJT RS Adam Malik.
Dr Abdul Halim menjelaskan bahwa semua pasien jantung membutuhkan tindakan rehabilitasi. "Semua pasien jantung, seperti yang sudah menjalani pemasangan cincin, pasien gagal jantung, pasca bedah jantung, maupun pasien dengan penyakit jantung yang hanya diobati dengan obat-obatan, semuanya akan mendapatkan manfaat dari rehabilitasi jantung," katanya yang juga menjabat sebagai Kepala Sub Instalasi Rawat Inap dan Intervensi PJT RS Adam Malik.
Senada dengan itu, dr Yuke Sarastri MKed(Cardio) SpJP, staf Unit Prevensi dan Rehabilitasi Jantung PJT RS Adam Malik, mengatakan bahwa penanganan pasien jantung dilakukan melalui tatalaksana farmakologis (obat-obatan) dan non-farmakologis.
"Salah satu tatalaksana non-farmakologis yang sangat dianjurkan adalah rehabilitasi fisik atau latihan fisik bagi pasien gagal jantung," jelasnya.
Dr Yuke menambahkan, rehabilitasi jantung memberikan banyak manfaat, terutama meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus menurunkan angka perawatan di rumah sakit.
"Latihan rehabilitasi jantung dilakukan di bawah supervisi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta disesuaikan dengan resep latihan yang diberikan oleh dokter," paparnya.
Lebih lanjut, dr Abdul Halim menuturkan bahwa rehabilitasi jantung meliputi berbagai tindakan seperti latihan fisik menggunakan treadmill atau sepeda statis, edukasi, konseling promosi kesehatan seperti berhenti merokok, hingga penataan ulang pengobatan pasien.
"Kabar baiknya, layanan rehabilitasi jantung ini dapat diakses dengan berbagai jenis pembiayaan, termasuk BPJS Kesehatan," tambahnya.
Sebagai informasi, layanan rehabilitasi jantung tersedia di Ruang Rehabilitasi Jantung Unit Prevensi dan Rehabilitasi Jantung PJT RSUP H. Adam Malik, yang terletak di Lantai 5 Gedung PJT. Ruangan ini dilengkapi alat latihan fisik seperti treadmill dan sepeda statis, yang terhubung dengan mesin EKG (elektrokardiogram) untuk memantau detak dan ritme jantung.(Humas)/HM/pe
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .