Kasir dan Pemilik Cafe di Sergai Ditetapkan Tersangka Eksploitasi Anak
Oleh : Radar Medan | 27 Agu 2025, 08:16:15 WIB | 👁 1011 Lihat Daerah
Keterangan Gambar : Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Serdang Bedagai berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak di bawah umur, dua tersangka diamankan beserta barang bukti, Minggu (24/8/2025)
RADARMEDAN.COM, SERDANG BEDAGAI - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Serdang Bedagai berhasil mengungkap kasus eksploitasi anak di bawah umur dalam operasi rutin yang ditingkatkan (KRYD) di sebuah tempat hiburan malam, Cafe Galaxy, Dusun VI Rampah Kiri, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Minggu (24/8/2025) dini hari.
Pengungkapan ini berawal saat petugas melakukan razia sekitar pukul 01.45 WIB. Dalam pemeriksaan, polisi menemukan dua remaja perempuan berusia 17 tahun dan 15 tahun yang tengah bekerja sebagai pelayan cafe. Keduanya tampak melayani pengunjung yang minum minuman beralkohol sambil menikmati musik disc jockey (DJ).
Mengetahui adanya pekerja yang masih di bawah umur, petugas segera mengamankan kasir cafe berinisial SM (30) dan dua remaja tersebut. Tak lama kemudian, pemilik cafe berinisial JP(42) mendatangi Mapolres Sergai dan bersedia memberikan keterangan kepada penyidik.
Dari lokasi, Sat Reskrim juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu buku ekspedisi catatan penjualan minuman beralkohol serta uang tunai sebesar Rp1.630.000. Barang bukti ini diduga berkaitan dengan aktivitas operasional cafe tersebut.
Kasat Reskrim Polres Sergai, Iptu Binrod Situngkir SH, MH, menjelaskan hasil penyidikan dan gelar perkara menetapkan S.M. yang bertugas sebagai kasir dan J.P. selaku pemilik cafe sebagai tersangka. Keduanya dianggap melakukan tindak pidana eksploitasi anak sebagaimana diatur dalam Pasal 76I jo Pasal 88 serta Pasal 76J ayat (2) jo Pasal 89 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.
“Berdasarkan penyidikan, para tersangka terbukti melibatkan anak di bawah umur dalam aktivitas ekonomi di cafe, termasuk melayani tamu yang mengonsumsi minuman beralkohol. Mereka diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda Rp200 juta,” ujar Binrod.
Pasal yang digunakan dalam kasus ini secara tegas melarang setiap orang menempatkan, membiarkan, menyuruh, atau turut serta melakukan eksploitasi ekonomi maupun seksual terhadap anak. Hukuman yang diatur dalam undang-undang mencapai 10 tahun penjara dengan denda maksimal Rp200 juta.
Ps. Kasi Humas Polres Sergai, Iptu L.B. Manullang, menambahkan pihak kepolisian berkomitmen menindak tegas segala bentuk kejahatan yang melibatkan anak.
“Dalam kasus tindak kriminal, terlebih eksploitasi seksual terhadap anak yang masih di bawah umur, Polres Sergai serius untuk mengambil langkah hukum. Kami juga mengimbau pelaku usaha tempat hiburan malam agar tidak mempekerjakan anak di bawah umur. Jika tetap melanggar, konsekuensinya jelas akan diproses secara hukum,” tegasnya, Selasa, 26/8.
Saat ini, kedua korban yang masih berstatus anak di bawah umur mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur perlindungan anak, sementara kedua tersangka ditahan di Mapolres Sergai untuk menjalani proses hukum.(hm/PE)
RADARMEDAN.COM - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui peluncuran empat program prioritas dalam acara Tatap Muka Bersama Insan Pers di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (29/10/2026). Dalam momen silaturahmi yang sama, jajaran Polda Sumut turut . . .
RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat.
Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .
RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .
RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik.
Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .
RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .