Dialog HUT ke-78 Sumut, Kolaborasi Jadi Energi Besar Dorong Pembangunan Inklusif
Oleh : Radar Medan | 14 Apr 2026, 18:45:52 WIB | 👁 489 Lihat Umum
Keterangan Gambar : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ardan Noor menjadi narasumber pada Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh RRI Medan di Studio RRI Medan Jalan Jenderal Gatot Subroto Kota Medan, Selasa (14/4/2026). Dialog tersebut dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumut.
RADARMEDAN.COM – Kolaborasi menjadi strategi utama yang ditekankan pemerintah bersama berbagai sektor dalam mempercepat pembangunan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, sektor swasta, serta masyarakat dinilai penting untuk memastikan program prioritas benar-benar dirasakan manfaatnya.
Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ardan Noor saat menjadi narasumber pada dialog interaktif yang diselenggarakan RRI Medan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumut, Selasa (14/4/2026).
Dalam dialog tersebut, Ardan mengulas tema HUT ke-78 Sumut, “Satu Kolaborasi Sejuta Energi”, yang mencerminkan pentingnya persatuan dan kerja sama sebagai kekuatan utama dalam mendukung pembangunan daerah.
“Satu kolaborasi mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, stakeholder, akademisi dan masyarakat, dalam mendukung mewujudkan pembangunan di Provinsi Sumut,” kata Ardan.
Ia menegaskan, kolaborasi menjadi fokus utama karena merupakan energi besar yang jika terakumulasi dapat mempercepat pencapaian pembangunan.
Menurutnya, kolaborasi dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik sosialisasi maupun komunikasi efektif. Dengan begitu, seluruh kepentingan dapat terakomodasi, konflik diminimalkan, tumpang tindih kebijakan dicegah, serta pembangunan dapat berjalan inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Hatta Ridho menilai, konsep kolaborasi sejatinya sejalan dengan nilai gotong royong dalam budaya masyarakat Indonesia.
“Kalau masyarakat dulu sebagai objek, sekarang sebagai subjek. Artinya, masyarakat dalam konstruksi kolaborasi harus berperan aktif bukan hanya pasif,” ujarnya.
Hatta Ridho menambahkan, pelaksanaan pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini melahirkan konsep collaborative governance, di mana masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah memiliki porsi yang sama dalam berpartisipasi.
“Jadi kolaborasi itu masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Kalau sudah bersatu maka akan menghasilkan satu energi yang tidak terbatas. Harapannya seluruh komponen masyarakat Sumut yang berjumlah 15 juta jiwa ini bersama pemerintah dan dunia usaha bahu-membahu membangun Sumut di segala bidang,” katanya.(FS)/PE
RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS).
Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .
RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .
RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .
RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .
RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .
RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026).
Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .
RADARMEDAN.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menata dan menertibkan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pencabutan izin terhadap puluhan perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran di kawasan hutan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo . . .
RADARMEDAN.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait dana bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp 1,5 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Medan. Ia membantah bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengelola dana batuan tersebut.
Rico menjelaskan bahwa realisasi dana bantuan tersebut, mengelola adalah Balai . . .
RADARMEDAN.COM - Polda Sumatera Utara merilis perkembangan terbaru penanganan bencana alam di wilayah Sumut sejak 24 hingga 29 November 2025. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 488 kejadian bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran.
Update Ddata terbaru, . . .
Tulisan Kiriman Hanina Afifah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi USU
RADARMEDAN.COM - Bagi sebagian orang, bahkan mungkin Anda salah satunya, olahan herbal sering terdengar meragukan dalam mendukung pemulihan kesehatan. Namun, Michael Aditya (32) membuktikan lewat kisahnya. Tak pernah sebelumnya terlintas di benak pria asal Surabaya ini, . . .