Berjuang di Tengah Kesepian: Keteguhan Hati Kakek Jepri

Oleh : Radar Medan | 04 Jun 2025, 17:03:05 WIB | 👁 742 Lihat
Sekitar Kita
Berjuang di Tengah Kesepian: Keteguhan Hati Kakek Jepri

Keterangan Gambar : Kakek Jepri dan papan kecil bertuliskan “Mohon Bantuan, Sakit Stroke”


RADARMEDAN.COM - Di bawah rindangnya pepohonan dan pilar tua di kawasan Jalan Abdullah Lubis, Medan, Kecamatan Medan Baru, seorang pria tua terduduk dengan pakaian sederhana, duduk bersandar pada tongkatnya. Wajahnya dipenuhi kerut, tanda perjuangan panjang dalam hidup.

Pria itu, yang dikenal sebagai Kakek Jepri, telah menjadi saksi perjalanan hidup yang tak mudah selama 75 tahun. Dengan bantuan tongkat dan papan kecil bertuliskan “Mohon Bantuan, Sakit Stroke”, ia duduk menunggu uluran tangan orang-orang yang peduli.

Kakek Jepri, yang lahir di tahun 1950, tinggal di Jalan Darusalam. Walaupun masih satu jalan dengan tempat ia tinggal dan mengemis, Kakek Jepri lebih memilih tidak jauh dari rumah karena, di satu sisi, kondisi yang sedang mengalami penyakit stroke. Kini hidup hanya sebatang kara. Istrinya telah lama meninggal, sementara anak-anaknya yang dulu menjadi harapan telah pergi tanpa kabar.

"Anak-anak saya terakhir pulang dua tahun lalu dari Malaysia, setelah itu mereka tidak pernah menjenguk lagi," katanya dengan suara pelan namun tegar. Ia bukan hanya berjuang melawan waktu, tapi juga melawan kesepian, sakit, dan keterasingan.

Meski hidup dalam keterbatasan, Kakek Jepri tidak pernah menyerah. Ia tidak meminta belas kasihan secara berlebihan. Yang ia cari hanyalah secercah harapan untuk tetap hidup dengan layak, untuk bisa mengobati sakitnya, dan mungkin, untuk kembali merasakan kehangatan yang dulu ia miliki bersama keluarga.

Empat tahun terakhir menjadi masa terberat bagi Kakek Jepri. Ia mengidap penyakit stroke ringan yang membuatnya kesulitan berjalan. Namun, dengan semangat hidup yang tak pernah padam, ia tetap berjuang. Tongkat yang kini setia menemaninya bukan sekadar alat bantu, tetapi simbol keteguhan hati seorang lelaki tua yang tak mau menyerah pada keadaan.

"Sudah tidak ada lagi yang menghidupkan dan mengurus Kakek," ujarnya dengan tatapan penuh kesepian. Dengan suara yang bergetar namun penuh kejujuran, ia menceritakan bahwa, "Sejak sakit, tidak ada satu pun anggota keluarga yang menemaninya."

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan, Kakek Jepri memilih meminta sedekah selama empat tahun. Ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, termasuk di simpang lampu merah, demi mendapatkan rezeki. “Saya tidak menetap di satu tempat saja, Nak. Yang penting ada tempat berteduh,” ujarnya.

Penghasilan Kakek Jepri tidak menentu. Dalam sehari, ia biasanya mendapat kurang dari 80 ribu rupiah. Namun, hari Jumat sering membawa rezeki lebih baginya.

"Alhamdulillah, untuk makan dan minum biasanya cukup. Kalau ada sisa, saya tabung untuk biaya pengobatan," ceritanya sambil tersenyum kecil. Terkadang, masyarakat sekitar yang iba turut memberinya makanan atau minuman.

Kakek Jepri menjelaskan bahwa setiap kali tabungannya mencapai 300 ribu rupiah, ia segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dalam kondisi tubuh yang melemah, perjuangan itu tidak mudah. Namun, ia tetap bersikeras untuk bertahan hidup dengan caranya sendiri.

Di tengah kesulitan, Kakek Jepri menemukan harapan kecil dalam kebaikan orang-orang di sekitarnya. Dukungan dari mereka yang memberikan sedekah atau sekadar senyuman hangat menjadi pengingat bahwa manusia masih saling peduli.

Kisah Kakek Jepri bukan hanya tentang kesedihan atau kehilangan, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan, dan harapan. Ia adalah gambaran nyata dari seorang pejuang kehidupan, yang meski dihantam berbagai cobaan, tetap berdiri tegak di tengah badai.

Sebuah pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa hidup adalah tentang bagaimana kita terus melangkah meski jalan terasa begitu berat, bagaimana usia tua, yang seharusnya menjadi masa beristirahat, justru menjadi masa paling berat dalam hidupnya.

Di tengah hiruk-pikuk kota, masih ada sosok-sosok seperti Kakek Jepri yang menunggu uluran tangan dari kita yang masih memiliki lebih. Bukan hanya soal uang, tapi juga tentang empati dan kepedulian yang mulai langka di zaman ini.
Pengirim : Sayyid Musafa Alwan Nim : 0603223148 Jurusan : Ilmu Komunikasi/Peminatan Jurnalistik Semester : Semester 6 Fakultas : Ilmu Sosial UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA


TAGS :


Komentar Facebook

Tuliskan Komentar dengan account Facebook

Kembali Ke halaman Utama

Berita Lainnya:

Deli_Serdang.jpg

Bantah Antikritik Soal Akun Anonim, Pemkab Deli Serdang Buka Suara Terkait Anggaran Rp38,5 Miliar

🔖 DAERAH 👤Radar Medan 🕔11:27:41, 22 Okt 2026

RADARMEDAN.COM, DELISERDANG – Polemik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dengan akun media sosial "Badan Perwakilan Netizen 2" makin menghangat. Di tengah krisis gagalnya pengesahan P-APBD 2026, langkah Pemkab yang melaporkan akun anonim tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sempat memicu reaksi . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tersangka_Karo1.jpg

Kasus Pembunuhan Dosen ITB Kabanjahe: Polisi Tangkap 2 Pelaku, Tim Masih Buru Pelaku Lainnya

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔16:35:35, 28 Sep 2026

RADARMEDAN.COM, KARO – Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Kabanjahe, Asprina br Surbakti (38). Petugas berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa berdarah . . .

Berita Selengkapnya ▸
IMG_20260827_113028_compress46.jpg

Klaim Profesor hingga Dokter Spesialis di TikTok Disorot, Rekam Jejak Akademik Dipertanyakan

🔖 NASIONAL 👤Radar Medan 🕔17:40:04, 26 Agu 2026

RADARMEDAN.COM — Aktivitas seorang perempuan yang menggunakan sejumlah nama akun dan mencantumkan berbagai gelar akademik serta profesi kedokteran di media sosial TikTok menjadi perhatian publik. Perempuan yang disebut bernama Nurlian Galingging itu diketahui tampil dengan sejumlah gelar, di antaranya profesor, dokter spesialis . . .

Berita Selengkapnya ▸
dilaporkan1.jpg

Buntut Eksekusi Paksa Chapel, Pdt. Gloria Resmi Polisikan Rektor USU ke Polda Sumut, Ini Jawaban USU

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔08:32:11, 12 Agu 2026

RADARMEDAN.COM – Konflik seputar pengosongan fasilitas Chapel Oikumene Universitas Sumatera Utara (USU) memanas dan berujung ke ranah hukum pidana. Menyusul eksekusi pengosongan oleh pihak kampus pada Senin (10/8/2026), Pdt. Gloria Iriany Balle, S.Th., M.Div., resmi melaporkan Rektor USU beserta sejumlah pihak ke Sentra Pelayanan Kepolisian . . .

Berita Selengkapnya ▸
pemain_Brasil_dan_Maroko.jpg

Brasil Dipaksa Maroko Bermain Imbang Sampai Turun Minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026

🔖 OLAHRAGA 👤Syaiful W Harahap 🕔06:09:28, 14 Jun 2026

RADARMEDAN.com – Juara lima kali Piala Dunia FIFA, Brasil, ditahan Maroko bermain imbang 1-1 sampai turun minum di Grup C Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pagi ini, 14/6/2026, pagi WIB di New Jersey Stadium, New York City, New York, Amerika Serikat (AS). Timnas Negeri Samba justru duluan tertinggal 0-1 sampai turun minum ketika di . . .

Berita Selengkapnya ▸
5JT.jpg

Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari

🔖 HUKUM DAN KRIMINAL 👤Radar Medan 🕔21:06:51, 11 Jun 2026

RADARMEDAN.COM – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyiaran dan penyediaan konten bermuatan pornografi melalui siaran langsung (live streaming) di platform TikTok. Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sumut, Kombes . . .

Berita Selengkapnya ▸
Tim_Hukum_MUKI.jpg

USU Dinilai Kebablasan, Tim Hukum MUKI Sumut Desak Menag Turun Tangan Urus Polemik Gereja POUK

🔖 UMUM 👤Radar Medan 🕔17:05:29, 26 Mei 2026

RADARMEDAN.COM – Gelombang perlawanan jemaat terhadap rencana pengosongan paksa Gedung Gereja Oikoumene (POUK) Universitas Sumatera Utara (USU) makin memanas paska terbitnya surat pengosongan yang kedua. Buntunya komunikasi dengan pihak kampus membuat Tim Hukum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Sumatera Utara menolak keras surat . . .

Berita Selengkapnya ▸
eselon.jpg

Lantik Eselon II, III dan IV, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan bagi Pejabat Baru Untuk Tunjukkan Peru

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔18:53:21, 16 Apr 2026

RADARMEDAN.COM - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemko Medan, Kamis (16/4/2026). Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota ini, Rico Waas memberikan peringatan keras berupa tenggat waktu (deadline) selama enam bulan bagi para pejabat yang baru dilantik . . .

Berita Selengkapnya ▸
provokasi.jpg

Waspada Penunggang Gelap di Balik Isu Babi: Jangan Kasih Celah Mafia Narkoba Obok-obok Medan!

🔖 OPINI 👤Radar Medan 🕔11:55:43, 01 Mar 2026

RADARMEDAN.COM - Belakangan ini, tensi di Kota Medan lagi naik gara-gara polemik Surat Edaran (SE) Wali Kota soal penataan daging non-halal. Dari aksi ribuan massa di Balai Kota sampai munculnya gerakan tandingan, suasananya jadi makin "panas". Tapi tunggu dulu, warga Medan jangan mau cuma jadi penonton yang gampang disulut. Kita harus . . .

Berita Selengkapnya ▸
demo11.jpg

Ribuan Massa Kepung Balai Kota Medan, Wali Kota Rico Waas Akhirnya Tarik SE Dagang Babi

🔖 BERITA KOTA 👤Radar Medan 🕔20:01:13, 26 Feb 2026

RADARMEDAN.COM - Gelombang protes ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Pedagang dan Konsumen Daging Babi Kota Medan memadati depan Kantor Wali Kota dan gedung DPRD Medan, Kamis (26/2/2026). Massa menuntut pencabutan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan yang dinilai diskriminatif dan mengancam keberlangsungan usaha pedagang . . .

Berita Selengkapnya ▸

Berita Utama

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami.

Jejak Pendapat

Bagaimana pandangan anda atas Pilkada 2024?
  Tidak Ada Pilihan
  Tidak Puas
  Puas