Hadiri Pelantikan Rektor USU, Zakiyuddin Harahap Ucapkan Selamat kepada Muryanto
Dugaan Pungli Bantuan Sosial Mencuat di Desa Banuaji II Tapanuli Utara, Ini Kata Inspektorat
Perkuat Transformasi Kelautan & Perikanan, Bupati Deli Serdang Usulkan Pengembangan KNMP
Pelantikan Rektor USU, Bobby Nasution Titipkan Nasib Mahasiswa Korban Bencana ke Wamen PTST
Program Berobat Gratis Berhasil, Sumut Raih UHC Award Kategori Pratama dari Pemerintah Pusat
Pemkab Tapanuli Utara Raih UHC Award, Komitmen Jamin Kesehatan
Polres Sergai Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba lewat Pemusnahan Ganja
RAPJI Perjuangkan Keselamatan dan Hak Jurnalis, Tapsel Jadi Titik Awal
Tagihan Rp 37,5 Juta Usai Bayi Meninggal, RS Adam Malik Jelaskan Kendala UHC
Enam Personel Polres Serdang Bedagai Terima Penghargaan Satya Lencana
Video Bisa Dikorek Pakai Jari, Konstruksi Pembangunan Jalan Desa Banjar Toba di Dairi Diduga Asal Ja
Random Video
- Tabrakan Beruntun di jalan juanda polonia Medan
- Ini Video Detik-detik Jambret Yang Tewaskan Pelajar di Labuhanbatu
- Pres rilis dari Wakapolres Karo, Kompol Hasian Panggabean, terkait Tangkapan Satres Narkoba
- Sejumlah Pastor Terpapar Corona, Ini Video Penjelasan Keuskupan Agung Medan
- Pelaku Pembunuhan Dua Anak Ada 17 Adegan Pra Rekonstruksi di Sekolah Global Prima
RADARMEDAN.COM, DAIRI - Kasus korupsi dalam pengelolaan dana desa karena adanya peluang dan niat. Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN dan dialokasikan untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat masih sarat penyimpangan oleh oknum Pemerintah Desa.
Akibat minimnya sosialisasi, belum semua masyarakat mengetahui status dana desa. Dana desa pada hakekatnya adalah dana masyarakat, dimana aparat daerah dan aparat desa diberi tugas untuk mengelolanya dengan baik. Hal itu pernah diungkapkan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) Anwar Sanusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Di Desa Banjar Toba, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Proyek Pengaspalan Jalan yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2019 terletak di dusun 3 diduga tidak sesuai dengan RAB, pasalnya lapisan jalan sudah banyak terkelupas disetiap ruas jalan dan sudah ditumbuhi rumput, padahal baru selesai dibangun.
Atas info dari masyarakat, wartawan turun ke lokasi pembangunan jalan, Senin 27 Januari 2020.Seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya (S) sebagai pengguna manfaat angkat bicara terkait pembangunan jalan desa dengan panjang 450 m2 dan Lebar 3 m2 tersebut.
"Dikerjakan saat hujan dan musim penghujan, pengaspalan jalan desa yang memakan biaya Rp.233.273.050, dan bahan material seperti batu banyak yang dikurangi, sehingga konstruksinya cepat rusak," ungkapnya dengan kesal.
Ketika wartawan mencoba konfirmasi hari itu juga, kepada Kepala Desa Dan TPK (Tim pelaksana kegiatan) Namun yang dituju tidak berada dikantor.
Dari kunjungan bersama warga, seperti terlihat pada tautan video, setelah terkelupas lapisan atas, lapisan konstruksi sangat rapuh bahkan bisa dikorek dengan jari. (LIHAT VIDEONYA : https://youtu.be/yCZyFF7mEMQ)
Masyarakt berharap agar ahli kontruksi dan pihak-pihak terkait untuk ikut memeriksa dan mengawasi proyek pengerjaan Dana Desa (DD) di Desa Banjar Toba, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara tersebut. (HM/RM-DAIRI)/PE
