Breaking News
Lionel Messi Dipanggil ke Timnas Argentina
Rico Waas Tegaskan P-APBD 2026 Difokuskan Untuk Banjir, Infrastruktur, Pendidikan Hingga Medan Utara
Bupati Toba Launching Bantuan Beras Tahap III, 24.713 KK Jadi Penerima
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemko Medan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026
Lahan Puskesmas Janji Matogu Beda Luas 400 Meter, Pemkab Toba Turun Tangan
Bawaslu Toba Gandeng Diskominfo, Pengawasan Pemilu Digencarkan di Masa Non-Tahapan
Bobby Nasution Dukung Rakerwil Abpednas, Dorong Program yang Berdampak bagi Masyarakat Desa
Bupati Tapanuli Utara Hadiri Penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan Jenjang SMP Tahun 2026
Apel Gabungan, Bupati Taput Tekankan Perubahan Mental Kerja ASN dan Penguatan Pelayanan Publik
Dugaan Keracunan MBG Terjadi Lagi di Karo, Kepala Sekolah Bungkam Saat di Konfirmasi Pengelola Dapur
Warga Natuna Minta WNI dari Wuhan, China Dikarantina Ditengah Laut dalam KRI
Random Video
- Walikota Ikut Tertawa Gegara Kisah Nyata Tim Medis Terkait Nama Si Lingga
- Dump Truk Angkut Tanah terbalik di Duren 7
- Bupati Taput Resmikan Pemakaian Jembatan Aek Godang
- Heboh Isu Penggeledahan di Medsos, Kejagung Minta Publik Tak Bangun Opini Liar
- Video Bisa Dikorek Pakai Jari, Konstruksi Pembangunan Jalan Desa Banjar Toba di Dairi Diduga Asal Ja
RADARMEDAN.COM, NATUNA - Warga Natuna menyampaikan sedikitnya enam tuntutan kepada pemerintah pusat terkait karantina WNI dari China di Natuna.
Tuntutan tersebut antara lain, meminta pemerintah pusat memindahkan WNI dari Wuhan ke kapal perang atau KRI dan dikarantina di pantai/tengah-tengah laut.
Menuntut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkantor di daerah setempat selama masa observasi/karantina WNI dari Wuhan, China, sebagai bentuk jaminan kesehatan dan keamanan bagi masyarakat Natuna.
“Kemudian pemerintah pusat maupun daerah membuat posko layanan kesehatan daurat dan cepat, serta mendatangkan tenaga psikiater untuk masyarakat Natuna,” kata Tokoh Pemuda Natuna, Haryadi, Minggu (2/2/2020).
Tulis Komentar dengan Facebook
